UNIBAUNIBA

Zona Keuangan: Program Studi Akuntansi (S1) Universitas BatamZona Keuangan: Program Studi Akuntansi (S1) Universitas Batam

Permasalahan yang terjadi bahwa rata-rata rasio Non Performing Loan (NPL) Unit Sekupang menjadi salah satu Unit dengan persentase NPL tertinggi dibandingkan unit kerja lainnya dengan nilai 55,31%. Kredit bermasalah yang timbul dari penyaluran kredit modal kerja pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Sekupang masih cukup tinggi, sehingga Unit Sekupang harus terus berusaha mengantisipasi kredit bermasalah di masa mendatang. Untuk mengantisipasi timbulnya kredit bermasalah, bank harus berhati-hati dalam menganalisis kelayakan usaha calon debitur sebelum kredit modal kerja disalurkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dengan 3 narasumber, kepala unit bank dan mantri yang terkait dengan masalah kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kredit macet di Bank BRI Sekupang Unit adalah dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal disebabkan oleh nasabah yang memiliki niat buruk untuk tidak membayar kewajiban angsuran. Faktor eksternal terjadi karena di luar kendali nasabah. Penanganan kredit macet yang dilakukan oleh Bank BRI Sekupang Unit adalah dengan melakukan restrukturisasi kredit, pendekatan proaktif dan pemantauan ketat, kolaborasi dengan tim penagihan dan legal, penjualan aset yang diambil alih (AYDA), penguatan kebijakan kredit, pelatihan dan edukasi staf, program pemulihan kredit, pemberian insentif untuk penyelesaian cepat, dan penguatan hubungan dengan nasabah.

Proses kredit Bank BRI Unit Sekupang meliputi pengajuan permohonan, analisis kelayakan kredit, analisis 5C kredit, penilaian risiko dan skor kredit, analisis keuangan, penilaian agunan (collateral), keputusan kredit, penyusunan perjanjian kredit, dan pencairan dana.Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan kredit macet, yaitu faktor internal (nasabah yang tidak mampu membayar dan ketidaktelitian pihak bank dalam memberikan kredit) dan faktor eksternal (bencana alam, inflasi, dan kejadian di luar kendali bank dan nasabah).Penanganan kredit macet yang dilakukan oleh Bank BRI Unit Sekupang meliputi restrukturisasi kredit, pendekatan proaktif dan pemantauan ketat, kolaborasi dengan tim penagihan dan legal, penjualan aset yang diambil alih (AYDA), penguatan kebijakan kredit, pelatihan dan edukasi staf, program pemulihan kredit, pemberian insentif untuk penyelesaian cepat, dan penguatan hubungan dengan nasabah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan kredit macet di Bank BRI Unit Sekupang. Penelitian ini dapat fokus pada identifikasi dan analisis lebih rinci tentang penyebab kredit macet, baik dari sisi nasabah maupun bank. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam penanganan kredit macet, seperti pengembangan model prediksi kredit macet yang lebih akurat, implementasi teknologi keuangan (fintech) dalam proses penilaian kredit, dan penguatan kerjasama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan kredit bermasalah. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang signifikan dalam upaya mengurangi kredit macet dan meningkatkan kesehatan keuangan bank.

  1. OSF. osf doi.org/10.31219/osf.io/24cvkOSF osf doi 10 31219 osf io 24cvk
Read online
File size159.07 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test