PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD

Jurnal Ilmu Siber dan Teknologi DigitalJurnal Ilmu Siber dan Teknologi Digital

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara fear of missing out dan social media addiction di kalangan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang menggunakan Instagram. Penelitian ini menggunakan skala fear of missing out (FoMOS) dan skala kecanduan media sosial Bergen (BSMAs) untuk mengukur kedua variabel. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain studi korelasi non-eksperimental. Sampel yang dikumpulkan berjumlah 94 orang menggunakan teknik sampling stratifikasi yang dibagi menjadi empat strata (angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020). Uji Spearman dilakukan untuk melihat korelasi antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan korelasi signifikan antara kedua variabel dengan hubungan positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan (FoMO) individu, semakin tinggi kecenderungan individu untuk menunjukkan perilaku adiktif terhadap media sosial (SMA), khususnya Instagram.

Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel yang diukur, yaitu Fear of Missing Out (FoMO) dan Social Media Addiction (SMA) pada mahasiswa.Peneliti bertujuan untuk melihat hubungan fear of missing out dengan social media addiction pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran pengguna Instagram.Berdasarkan hasil analisis, kesimpulan yang diperoleh adalah.34% responden memiliki tingkat fear of missing out sedang, yang berarti lebih dari setengah responden kecanduan terhadap media sosial Instagram pada tingkat kecanduan sedang.Fear of missing out memiliki korelasi positif dengan kecanduan media sosial (social media addiction) Instagram.Setelah dilakukan uji korelasi Speraman, didapatkan hasil yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara fear of missing out dengan social media addiction (r =.Hal ini berarti semakin tinggi kecemasan (FoMO) yang dirasakan individu akan semakin tinggi pula kecanduan (SMA) terhadap media sosial Instagram.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk meneliti menggunakan media sosial lain seperti Twitter atau TikTok. Selain itu, metode eksperimental dapat digunakan untuk melihat variabel mana yang memiliki pengaruh terhadap variabel lain. Perlu juga memperhatikan proporsi responden yang mengikuti penelitian, seperti proporsi jenis kelamin dan tiap strata. Terakhir, beberapa item pada alat ukur FoMOS dapat dihapus untuk mencapai good fit dari kriteria indeks dalam metode CFA (Confirmatory Factor Analysis).

  1. A Qualitative Study on the Reasons for Social Media Addiction. qualitative study reasons social addiction... doi.org/10.12973/eu-jer.7.4.861A Qualitative Study on the Reasons for Social Media Addiction qualitative study reasons social addiction doi 10 12973 eu jer 7 4 861
  2. Jurnal Ilmu Siber dan Teknologi Digital | Jurnal Ilmu Siber dan Teknologi Digital. jurnal ilmu siber... penerbitgoodwood.com/index.php/jisted/article/view/2372Jurnal Ilmu Siber dan Teknologi Digital Jurnal Ilmu Siber dan Teknologi Digital jurnal ilmu siber penerbitgoodwood index php jisted article view 2372
Read online
File size909.03 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test