TADAYUNTADAYUN

Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi SyariahTadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi UMKM pangan tradisional dalam mengimplementasikan sertifikasi halal di wilayah kepulauan, dengan studi kasus pada usaha Halua Kenari D&J di Maluku Utara. Menggunakan jenis penelitian hukum empiris (socio-legal research), penelitian ini memadukan pendekatan perundang-undangan dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan di Desa Wailau, Kepulauan Sula, melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen untuk menilai realitas kepatuhan terhadap UU Jaminan Produk Halal. Temuan penelitian menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara standar regulasi dan kondisi riil di lapangan. Hambatan utama meliputi: (1) kendala teknis, berupa fasilitas produksi yang menyatu dengan area domestik rumah tangga; (2) kendala administratif, khususnya inkonsistensi dokumentasi bahan baku; dan (3) kendala struktural, yakni ketiadaan infrastruktur pendampingan halal di tingkat desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi halal saat ini belum sepenuhnya inklusif bagi UMKM pedesaan. Diperlukan layanan pendampingan yang terdesentralisasi serta insentif perbaikan fasilitas yang tepat sasaran untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi sertifikasi halal untuk UMKM pangan tradisional di wilayah kepulauan, seperti yang diilustrasikan dalam kasus Halua Kenari D&J, masih menghadapi kesenjangan signifikan antara harapan regulasi dan realitas operasional.Hambatan teknis tetap menjadi yang paling mendasar, karena kegiatan produksi dilakukan di fasilitas berbasis rumah yang tidak memenuhi persyaratan higienis Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).Tantangan administratif dan pengetahuan juga masih ada, termasuk dokumentasi bahan baku yang tidak konsisten, pemahaman terbatas tentang prosedur sertifikasi, dan persepsi bahwa biaya sertifikasi merupakan beban keuangan bagi usaha mikro.Masalah-masalah ini diperparah oleh kendala struktural, terutama ketiadaan infrastruktur bantuan halal di tingkat lokal, yang menyebabkan produsen pedesaan tidak memiliki akses yang memadai terhadap dukungan teknis.Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini menekankan kebutuhan akan layanan bantuan halal yang terdesentralisasi dan sensitif terhadap konteks untuk meningkatkan aksesibilitas sertifikasi bagi UMKM pedesaan.Kolaborasi yang lebih kuat antara BPJPH dan pemerintah daerah sangat penting, terutama melalui pendirian unit layanan halal di tingkat kecamatan atau dengan melibatkan konselor agama lokal sebagai asisten PPH yang aktif.Panduan praktis dan langsung dalam mempersiapkan dokumen SJPH, bersama dengan dukungan yang ditargetkan untuk meningkatkan fasilitas produksi dasar, diperlukan untuk menutup kesenjangan yang diidentifikasi dalam penelitian ini.Langkah-langkah ini tidak hanya akan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi halal, tetapi juga meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar produk tradisional seperti Halua Kenari D&J.

Untuk meningkatkan aksesibilitas sertifikasi halal bagi UMKM pedesaan, diperlukan layanan bantuan halal yang terdesentralisasi dan sensitif terhadap konteks. Kolaborasi yang lebih kuat antara BPJPH dan pemerintah daerah sangat penting, terutama melalui pendirian unit layanan halal di tingkat kecamatan atau dengan melibatkan konselor agama lokal sebagai asisten PPH yang aktif. Selain itu, diperlukan panduan praktis dan langsung dalam mempersiapkan dokumen SJPH, bersama dengan dukungan yang ditargetkan untuk meningkatkan fasilitas produksi dasar. Dengan demikian, UMKM pedesaan dapat memperoleh sertifikasi halal dengan lebih mudah dan efisien, sehingga meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar produk tradisional mereka.

  1. Aplikasi Sihalal Bpjh Dalam Percepatan Pengajuan Sertifikasi Produk Halal Bagi Ukm Desa Karanganyar Paiton... doi.org/10.54373/ifijeb.v4i6.2307Aplikasi Sihalal Bpjh Dalam Percepatan Pengajuan Sertifikasi Produk Halal Bagi Ukm Desa Karanganyar Paiton doi 10 54373 ifijeb v4i6 2307
  2. Sertifikasi Halal dan Implikasinya Bagi Bisnis Produk Halal di Indonesia | Al Maal: Journal of Islamic... doi.org/10.31000/almaal.v2i1.2803Sertifikasi Halal dan Implikasinya Bagi Bisnis Produk Halal di Indonesia Al Maal Journal of Islamic doi 10 31000 almaal v2i1 2803
  3. ANALISIS PENERAPAN LEMBAGA SERTIFIKASI HALAL DI KAWASAN ASEAN | Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah.... doi.org/10.24239/tadayun.v5i1.246ANALISIS PENERAPAN LEMBAGA SERTIFIKASI HALAL DI KAWASAN ASEAN Tadayun Jurnal Hukum Ekonomi Syariah doi 10 24239 tadayun v5i1 246
Read online
File size419.09 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test