IAI TABAHIAI TABAH

Darajat: Jurnal Pendidikan Agama IslamDarajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Ganjaran Gondanglegi Malang mengalami perkembangan signifikan dalam aspek pendidikan dan sarana prasarana seiring dengan kemajuan zaman. Namun, perubahan ini juga menimbulkan tantangan baru dalam minat belajar santri, terutama dalam bidang pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat, khususnya tenaga pengajar, terhadap minat belajar santri di pesantren ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pesantren membawa dampak positif dalam peningkatan sarana pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman tradisional. Beberapa tenaga pengajar mengungkapkan bahwa minat santri terhadap pendidikan agama mengalami penurunan, yang dipengaruhi oleh modernisasi, perubahan pola belajar, serta kurangnya keteladanan dari pengurus dan senior. Faktor lain yang berkontribusi adalah dualisme pendidikan antara sistem formal dan diniyah, serta pengaruh lingkungan sosial yang mengurangi semangat santri dalam belajar agama. Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri tetap menjadi lembaga pendidikan Islam yang dipercaya masyarakat, namun menghadapi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini meliputi penurunan minat belajar pendidikan agama, kemerosotan akhlak santri, serta dampak modernisasi dalam pesantren. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, memperkuat karakter santri, serta meningkatkan peran tenaga pengajar dan pengurus dalam memberikan keteladanan.

Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri tetap menjadi lembaga pendidikan Islam yang dipercaya masyarakat, namun menghadapi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri.Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini meliputi penurunan minat belajar pendidikan agama, kemerosotan akhlak santri, serta dampak modernisasi dalam pesantren.Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, memperkuat karakter santri, serta meningkatkan peran tenaga pengajar dan pengurus dalam memberikan keteladanan.

Untuk mengatasi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri, diperlukan strategi yang komprehensif. Pertama, perlu ada upaya untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, dengan memastikan bahwa santri tidak hanya fokus pada satu aspek pendidikan saja. Kedua, penting untuk memperkuat karakter santri melalui pendidikan moral dan sosial yang kuat, serta memberikan keteladanan dari pengurus dan senior. Ketiga, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik, agar santri tetap termotivasi dalam belajar agama. Dengan demikian, pesantren dapat terus menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dalam membentuk santri berkarakter dan berakhlak mulia.

  1. Persepsi Masyarakat Ganjaran  Terhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1... doi.org/10.58518/darajat.v8i1.3437Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 doi 10 58518 darajat v8i1 3437
Read online
File size721.47 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test