STTDBSTTDB

JUS TEKNO (Jurnal Sains dan Teknologi)JUS TEKNO (Jurnal Sains dan Teknologi)

Dalam proses pembubutan benda kerja dengan bentuk berongga, pahat bubut mendapatkan gaya-gaya pemakanan yang tidak seragam yaitu disaat penyayatan dan tanpa penyayatan. Hal ini membuat dasar dari penelitian ini untuk menganalisa sejauh mana efek dari rongga-rongga benda kerja saat di sayat akan berpengaruh terhadap bending stress dan defleksi pahat bubut yang akan mempengaruhi hasil pembubutan pada pemakaian pahat carbide dengan menggunakan mesin CNC lathe Takisawa TCC2100 L2 terhadap material tempa S48C. Metode penelitian yang digunakan adalah menghitung gaya potong dan bending stress dan defleksi yang diterima oleh pahat dan dudukan pahat. Pengujian dilakukan pada pahat tipe TNMG160408 dengan variasi kecepatan makan dan kedalaman potong yang berbeda. Hasil penelitian ini didapat dengan variable 1 yaitu kecepatan makan 0,2 mm/rev dan Cutting force 548 N didapat bending stress 12 MPa dengan Defleksi 0,0058 mm. Variable 2 yaitu kecepatan makan 0,25 mm/rev dan Cutting force 686 N didapat bending stress 15,8 MPa dengan Defleksi 0,0072 mm. Variable 3 yaitu kecepatan makan 0,28 mm/rev dan Cutting force 768 N didapat bending stress 17,7 MPa dengan Defleksi 0,008 mm. Dari hasil penelitian ini didapati bahwa semakin besar kecepatan makan dengan cutting force yang besar mengakibatkan bending stress dan defleksi pada pahat bubut semakin besar yang dapat menjadi efek terhadap kekasaran permukaan.

Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan analisis pengaruh kecepatan makan (feeding speed) dan gaya potong (cutting force) terhadap bending stress dan defleksi pahat atau insert type TNMG160408 pada mesin CNC Lathe TCC-2100 L2 dengan menggunakan material tempa S48C di PT.XYZ, dapat disimpulkan bahwa apabila kecepatan makan semakin cepat dan gaya potong yang diterima semakin besar, maka bending stress dan defleksi yang diterima oleh pahat semakin besar.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh kombinasi kecepatan potong (cutting speed) dan kedalaman potong (depth of cut) terhadap bending stress serta defleksi pada holder pahat, sehingga dapat diketahui batas optimal parameter pemotongan pada material tempa S48C. Selanjutnya, studi mengenai pengaruh suhu kerja dan keausan pahat terhadap gaya potong, bending stress, dan defleksi dapat dilakukan dengan mengukur temperatur pahat secara real‑time dan memonitor perubahan dimensi pahat selama proses bubut, untuk memahami kontribusi termal dan keausan pada performa holder. Terakhir, pemodelan elemen hingga (finite element analysis) dapat dikembangkan untuk mensimulasikan perilaku mekanik berbagai desain holder pahat dan material alternatif, sehingga dapat memprediksi stress dan defleksi sebelum pengujian eksperimental serta memperluas aplikasi pada bentuk benda kerja yang lebih kompleks.

Read online
File size818.87 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test