UPIUPI

JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangJAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang

Kemampuan berbahasa Jepang untuk bisnis memainkan peran penting bagi lulusan Program Studi Jepang dalam mendukung komunikasi efektif di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kurikulum Bahasa Jepang Bisnis berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan sebagai studi kasus dalam Program Studi Jepang di Universitas Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 65 mahasiswa dan 2 dosen yang bertanggung jawab mengajar mata kuliah Bahasa Jepang Bisnis. Model analisis kebutuhan Nunan (1988) diadopsi untuk mengumpulkan informasi objektif dan subjektif. Keterampilan berbicara bahasa Jepang bisnis di kalangan mahasiswa universitas relatif rendah, tetapi terdapat ketidakcocokan informasi akibat penelitian terbatas tentang topik ini. Keterampilan berbicara bahasa Jepang bisnis yang krusial bagi tenaga kerja sejalan dengan studi sebelumnya, termasuk perkenalan diri dalam situasi formal, korespondensi telepon, melakukan presentasi kerja, dan membuat janji/jadwal. Beberapa metode dan media pembelajaran yang diinginkan telah diterapkan di kelas dengan efek yang bervariasi, dan strategi untuk mengatasi tantangan telah dibahas. Berdasarkan temuan ini, dirancanglah desain kurikulum dengan silabus fungsional, menerapkan model desain mundur oleh Richard dan Rodgers (2014). Desain kurikulum ini mengadopsi pendekatan Student-Centered Learning, serta integrasi media pembelajaran digital dalam implementasinya di kelas. Disarankan agar kurikulum ini diterapkan sebagai solusi praktis untuk mengajar Bahasa Jepang Bisnis di tingkat universitas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi keterbatasan studi ini dengan memperluas cakupan secara nasional atau global, serta mengeksplorasi keterampilan penting lainnya seperti mendengarkan, menulis, dan membaca.

Hasil analisis kebutuhan dalam penelitian ini menekankan keterampilan berbicara bahasa Jepang bisnis yang krusial bagi tenaga kerja.Meskipun terdapat beberapa perbedaan, temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya (Yulianti, 2013.Yeoh, Mahadi, & Singh, 2016), yang menunjukkan bahwa perkenalan diri dalam situasi formal, korespondensi telepon, melakukan presentasi kerja, dan membuat janji/jadwal adalah keterampilan bisnis Jepang yang penting bagi pelajar untuk dikuasai.Hasil juga menunjukkan bahwa beberapa metode dan media pembelajaran yang diinginkan telah diterapkan di kelas, sementara yang lain belum.Beberapa memiliki efek positif, sementara yang lain memiliki efek negatif.Untuk mengatasi masalah ini, berbagai strategi untuk mengatasi tantangan telah dibahas, dengan tujuan memastikan metode-metode ini dapat terintegrasi secara efektif dalam kurikulum ke depan.Desain kurikulum akan dilakukan berdasarkan temuan ini.Desain akan mengikuti strategi desain mundur, mengadopsi pendekatan silabus fungsional, dan menerapkan metode Student-Centered Learning yang disertai dengan integrasi media pembelajaran digital.Kurikulum ini diharapkan menjadi solusi praktis untuk mengajar Bahasa Jepang Bisnis di tingkat universitas, dengan tujuan mengurangi hambatan bahasa Jepang bisnis yang dihadapi pelajar bahasa Jepang.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. Melakukan penelitian skala lebih luas, melibatkan beberapa universitas di Indonesia atau bahkan secara global, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang kebutuhan dan tantangan dalam mengajar Bahasa Jepang Bisnis. Penelitian ini dapat mencakup berbagai aspek seperti perbedaan budaya, industri, dan tingkat kemampuan bahasa Jepang.. . 2. Mengembangkan kurikulum Bahasa Jepang Bisnis yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada keterampilan berbicara, tetapi juga mencakup keterampilan mendengarkan, menulis, dan membaca. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan semua keterampilan bahasa Jepang bisnis yang diperlukan.. . 3. Mengadakan pelatihan atau workshop bagi dosen untuk meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Jepang Bisnis. Pelatihan ini dapat mencakup pengalaman bisnis atau perdagangan, sehingga dosen dapat lebih memahami dan mengintegrasikan etika bisnis serta aplikasi dunia nyata dalam pengajaran mereka. Selain itu, mendorong mahasiswa untuk mengunjungi perusahaan dan mengamati langsung penggunaan Bahasa Jepang Bisnis di tempat kerja dapat menjadi pengalaman belajar yang berharga.

  1. Kendala Berkomunikasi yang Dihadapi oleh Tenaga Profesional Penutur Bahasa Jepang di Perusahaan Jepang... doi.org/10.18196/jjlel.v5i1.10523Kendala Berkomunikasi yang Dihadapi oleh Tenaga Profesional Penutur Bahasa Jepang di Perusahaan Jepang doi 10 18196 jjlel v5i1 10523
  2. Business Communication Research and Practice. business research practice home journal aims scope editorial... doi.org/10.22682/bcrp.2019.2.2.78Business Communication Research and Practice business research practice home journal aims scope editorial doi 10 22682 bcrp 2019 2 2 78
  3. The Effect of YouTube Video Learning Media on the Students’ Basic Japanese Listening Ability |... doi.org/10.2991/978-2-494069-91-6_71The Effect of YouTube Video Learning Media on the StudentsAo Basic Japanese Listening Ability doi 10 2991 978 2 494069 91 6 71
Read online
File size544.54 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test