LLDIKTI13LLDIKTI13

Aceh Journal of Health InnovationAceh Journal of Health Innovation

Perawat memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan rumah sakit, terutama dalam memberikan asuhan keperawatan profesional selama 24 jam. Fungsi manajemen kepala ruangan menjadi faktor penting yang mendukung kinerja perawat untuk menjamin pelayanan yang efektif, efisien, dan sesuai dengan standar operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi manajemen kepala ruangan dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 127 perawat pelaksana dan kepala ruangan di lima ruang rawat inap dengan sampel sebanyak 56 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen kepala ruangan dinilai efektif oleh 66,1% responden dan kurang efektif oleh 33,9% responden. Sementara itu, kinerja perawat dinilai baik oleh 66,1% responden dan kurang baik oleh 33,9% responden. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fungsi manajemen kepala ruangan dan kinerja perawat (p-value = 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa fungsi manajemen kepala ruangan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja perawat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi kepala ruangan dan evaluasi berkala disarankan untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan di RSUD Tgk Chik di Tiro.

Fungsi manajemen kepala ruangan di RSUD Tgk Chik, Tiro, dinilai efektif pada 66,1% responden.Kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap juga dinilai baik pada 66,1% responden.Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fungsi manajemen kepala ruangan dan kinerja perawat (p = 0,000).

Penelitian selanjutnya dapat menguji sejauh mana program pelatihan terstruktur bagi kepala ruangan mempengaruhi peningkatan kompetensi manajerial dan pada gilirannya meningkatkan kinerja perawat di unit rawat inap. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai efek evaluasi kinerja berkala terhadap kualitas asuhan keperawatan serta kepuasan pasien selama periode waktu yang lebih lama. Selain itu, penelitian komparatif antara beberapa rumah sakit daerah dapat mengeksplorasi perbedaan fungsi manajemen kepala ruangan dan hubungannya dengan kinerja perawat, sehingga dapat mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi secara luas. Metode campuran (mixed‑methods) yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam dapat digunakan untuk memahami mekanisme motivasi dan hambatan yang dirasakan oleh kepala ruangan dan perawat. Ketiga ide penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memperkuat hubungan antara manajemen kepala ruangan dan performa perawat, serta membantu merumuskan kebijakan peningkatan mutu layanan keperawatan secara berkelanjutan.

Read online
File size293.07 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test