GOODWOODPUBGOODWOODPUB

Journal of Sustainable Tourism and EntrepreneurshipJournal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana praktik keberlanjutan mempengaruhi kecenderungan wisatawan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dan memperpanjang masa tinggal mereka. Penelitian ini melibatkan 114 biro perjalanan dan 342 wisatawan di Nairobi City County, Kenya. Tingkat adopsi keberlanjutan operator tur dikategorikan menggunakan skor Z dari daftar periksa kepatuhan, sementara perilaku wisatawan dinilai melalui kuesioner. Model Linear Umum (GLM) digunakan untuk menganalisis hubungan antara tingkat adopsi dan perilaku wisatawan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tingkat keberlanjutan yang lebih tinggi - khususnya Sangat Tinggi (VH), Tinggi (T), dan Moderat (M) - secara positif terkait dengan peningkatan pengeluaran dan masa tinggal yang lebih lama. Sebaliknya, tingkat keberlanjutan Rendah (L) dan Sangat Rendah (VL) tidak secara signifikan mempengaruhi perilaku ini.

Hasil penelitian ini mengungkapkan peran penting praktik keberlanjutan dalam membentuk perilaku wisatawan, khususnya terkait pengeluaran dan durasi perjalanan.Analisis menunjukkan bahwa tingkat adopsi keberlanjutan yang lebih tinggi, yaitu Sangat Tinggi (VH), Tinggi (T), dan Moderat (M), secara signifikan memengaruhi perilaku wisatawan untuk menghabiskan lebih banyak dan memperpanjang masa tinggal.Sebaliknya, tingkat adopsi yang rendah, yaitu Rendah (L) dan Sangat Rendah (VL), tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku wisatawan.Temuan ini mendukung literatur yang ada dan menekankan kesenjangan dalam penelitian saat ini.Meskipun harga tetap menjadi faktor kritis bagi konsumen, peran keberlanjutan semakin penting dalam membentuk keputusan pembelian mereka.(2022) mengonfirmasi bahwa wisatawan sering kali bersedia menghabiskan lebih banyak ketika mereka melihat upaya keberlanjutan bisnis yang signifikan.Tren ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen, di mana pertimbangan etis seperti tanggung jawab lingkungan dapat melebihi faktor ekonomi tradisional.Namun, literatur masih terbatas dalam memahami bagaimana tingkat keberlanjutan yang berbeda secara spesifik mempengaruhi perilaku pengeluaran.Penelitian saat ini menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan yang rendah tidak secara signifikan mempengaruhi perilaku pengeluaran, yang menunjukkan kebutuhan akan penelitian lebih lanjut untuk menjelajahi bagaimana tingkat keberlanjutan yang berbeda memengaruhi pilihan konsumen dalam berbagai konteks dan wilayah.Selain itu, meskipun ada minat yang meningkat dalam hubungan antara durasi perjalanan wisatawan, perilaku pengeluaran, dan praktik keberlanjutan, area ini masih kurang dieksplorasi.Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi karakteristik demografis sosial, jarak perjalanan, dan atribut destinasi sebagai penentu kunci durasi tinggal wisatawan (LoS) (Atsız et al., 2019), bersama dengan faktor-faktor seperti keramahan dan konsumsi lokal (Martinez-Roget et al.Namun, ada kesenjangan dalam memeriksa secara langsung bagaimana praktik keberlanjutan memengaruhi LoS.Tren wisatawan yang sadar lingkungan dapat mendorong tinggal yang lebih lama untuk terlibat dalam penawaran pariwisata berkelanjutan (Hanna et al.Memahami hubungan antara keberlanjutan dan LoS sangat penting, karena kesediaan wisatawan untuk membayar (WTP) untuk pengalaman berkelanjutan sering kali berkorelasi dengan durasi tinggal mereka (Kang et al.Oleh karena itu, penelitian masa depan harus menyelidiki lebih dalam bagaimana praktik keberlanjutan, khususnya yang diterapkan oleh operator tur, mempengaruhi perilaku pengeluaran wisatawan dan durasi perjalanan.

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Memperluas fokus penelitian ke arah pengaruh praktik keberlanjutan terhadap loyalitas wisatawan dan kemungkinan kunjungan ulang dalam jangka panjang. Memahami bagaimana praktik keberlanjutan dapat meningkatkan loyalitas wisatawan dan mendorong mereka untuk kembali berkunjung ke destinasi tertentu dapat memberikan wawasan berharga bagi operator tur dan pemangku kepentingan dalam industri pariwisata.. . 2. Menjelajahi peran advokasi pelanggan dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan dan pengaruhnya terhadap kesuksesan bisnis secara keseluruhan. Memahami bagaimana wisatawan yang mendukung praktik berkelanjutan dapat menjadi duta merek dan mempromosikan destinasi kepada orang lain dapat membantu meningkatkan kesadaran dan minat terhadap pariwisata berkelanjutan.. . 3. Menganalisis efektivitas inisiatif keberlanjutan yang ditargetkan, seperti program kompensasi karbon atau pariwisata berbasis komunitas, di berbagai segmen pasar. Dengan memahami bagaimana inisiatif ini dapat mempengaruhi perilaku wisatawan dan keputusan mereka, operator tur dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk menarik wisatawan yang peduli dengan keberlanjutan dan mendorong mereka untuk menghabiskan lebih banyak dan memperpanjang masa tinggal.

  1. Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship | Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship.... doi.org/10.35912/joste.v6i2.2427Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship doi 10 35912 joste v6i2 2427
Read online
File size468.29 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test