UGMUGM

Indonesian Journal of Biomedicine and Clinical SciencesIndonesian Journal of Biomedicine and Clinical Sciences

Skabies merupakan penyakit kulit parasitik yang sangat menular dengan morbiditas global yang signifikan. Diagnosis yang akurat penting untuk terapi dan pengendalian, namun manifestasi klinis sering tidak spesifik dan akurasi berbagai metode diagnostik masih bervariasi. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mempelajari akurasi diagnosis klinis dan metode laboratorium untuk skabies. Tinjauan sistematis dilakukan sesuai pedoman PRISMA 2020. Pencarian pada PubMed, Embase, dan Web of Science dilakukan dalam rentang waktu 2207 hingga Desember 2025 untuk studi yang mengevaluasi akurasi diagnostik dari diagnosis klinis, kerokan kulit, adhesive tape test, dermoskopi, dan polymerase chain reaction (PCR). Studi yang memenuhi kriteria adalah studi yang melibatkan subjek manusia dan melaporkan sensitivitas dan/atau spesifisitas. Standar baku bervariasi, termasuk diagnosis klinis, mikroskopi, kerokan kulit, dan dermoskopi. Dua peneliti secara independen melakukan seleksi studi, ekstraksi data, dan penilaian kualitas menggunakan QUADAS-2. Penghitungan data 2×2, spesifisitas dan nilai prediktif dihitung jika data tersedia. Sepuluh studi (2007–2025) dengan total 1.054 partisipan dari Afrika, Asia, Eropa, dan Timur Tengah memenuhi kriteria inklusi. Kerokan kulit dan adhesive tape test menunjukkan sensitivitas tinggi secara konsisten, mencapai hingga 100% pada studi dengan diagnosis klinis sebagai standar baku. Dermoskopi menunjukkan sensitivitas bervariasi (46–86%), dipengaruhi oleh keahlian operator dan faktor pasien. Pada studi dengan data yang dapat dianalisis, dermoskopi dibandingkan mikroskopi memiliki spesifisitas 80,95%, dengan nilai prediktif positif 84,0% dan negatif 85,0%. Metode PCR menunjukkan sensitivitas tinggi namun heterogen (74–100%), dengan akurasi lebih baik pada teknik pengambilan sampel yang terstandar. Pelaporan spesifisitas masih terbatas. Kerokan kulit dan adhesive tape test menjadi metode paling sensitif untuk diagnosis skabies ketika material tungau tersedia. Dermoskopi dan PCR merupakan metode tambahan yang berguna dalam konteks tertentu, meskipun performanya bervariasi. Pendekatan diagnosis terintegrasi direkomendasikan, dengan interpretasi hasil yang hati-hati mengingat heterogenitas dan variasi standar acuan.

Tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa kerokan kulit dan tes pita perekat memiliki sensitivitas tertinggi dalam diagnosis skabies ketika material tungau tersedia.Namun, akurasi diagnostik sebenarnya masih tidak pasti karena heterogenitas desain studi, variasi standar referensi, dan pelaporan spesifisitas yang terbatas.dermoskopi serta PCR dapat menjadi alat pelengkap yang berguna, meskipun performanya beragam antar setting klinis.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan diagnosis terintegrasi yang menggabungkan penilaian klinis dengan tes konfirmasi yang sesuai, disesuaikan dengan sumber daya dan keahlian yang tersedia.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan standar referensi yang terstandarisasi, menggabungkan mikroskopi dan PCR, memengaruhi akurasi diagnostik skabies di berbagai setting klinis; penelitian ini dapat membandingkan sensitivitas dan spesifisitas hasil diagnosis dengan standar baku yang baru. Selanjutnya, studi biaya-efektivitas dan kelayakan operasional dapat dilakukan untuk mengevaluasi implementasi PCR berbasis titik pelayanan dalam konteks sumber daya terbatas, guna menentukan apakah metode ini dapat diadopsi secara luas di daerah endemik. Terakhir, intervensi pelatihan khusus dermoskopi dapat diuji untuk menilai apakah peningkatan kompetensi operator meningkatkan sensitivitas diagnosis skabies pada populasi dengan pigmen kulit gelap, serta bagaimana pelatihan tersebut memengaruhi hasil klinis secara keseluruhan.

  1. Problems in Diagnosing Scabies, a Global Disease in Human and Animal Populations | Clinical Microbiology... doi.org/10.1128/CMR.00042-06Problems in Diagnosing Scabies a Global Disease in Human and Animal Populations Clinical Microbiology doi 10 1128 CMR 00042 06
  2. Development of Conventional and Real-Time Quantitative PCR Assays for Diagnosis and Monitoring of Scabies... doi.org/10.1128/JCM.00073-15Development of Conventional and Real Time Quantitative PCR Assays for Diagnosis and Monitoring of Scabies doi 10 1128 JCM 00073 15
  3. Medical Laboratory Technology Journal. comparison clinical assessment adhesive tape laboratory microscopic... doi.org/10.31964/mltj.v7i1.379Medical Laboratory Technology Journal comparison clinical assessment adhesive tape laboratory microscopic doi 10 31964 mltj v7i1 379
Read online
File size291.09 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test