UPI YAIUPI YAI

Menara: Jurnal Arsitektur dan Teknik SipilMenara: Jurnal Arsitektur dan Teknik Sipil

Di era globalisasi ini, segala sesuatu menjadi lebih sederhana, salah satunya adalah transportasi ke tempat yang jauh. Transportasi seperti ini harusnya dilakukan lewat darat, laut, atau udara. Untuk mengisi serta meningkatnya minat individu terhadap industri perjalanan menyebabkan kebutuhan akan transportasi massal yang cepat. Untuk situasi ini, transportasi udara melalui pesawat adalah keputusan yang ideal. Selain bisa membawa ribuan penumpang, pesawat juga bisa menjangkau di daerah yang terpencil dengan cepat. Pesawat udara dikatakan mengalami keterlambatan bila minute actual untuk landing lebih lambat dari pada minute schedule yang dijadwalkan. Walaupun terjadi tundaan keberangkatan maupun keterlambatan kedatangan, tetapi maskapai penerbangan biasanya menetapkan suatu durasi waktu tertentu, misalnya 10 menit, yang masih dapat diterima dan dikatakan on time. Jadi bila tundaan keberangkatan atau keterlambatan kedatangan masih lebih kecil dari pada waktu yang masih dapat diterima tersebut, layanan pesawat udara masih dinyatakan sebagai on time. Tujuan penelitian ini adalah Menentukan seberapa besar Keterlambatan angkutan udara di Bandar Udara Halim PerdanaKusuma Jakarta dan Mengidentifikasi faktor - faktor yang mempengharuhi keterlambatan penerbangan. Penelitian ini lebih meninjau dan terfokus pada sistem kinerja ketepatan waktu maskapai serta penyebab yang berakibat dari tundaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu dengan menggambarkan suatu peristiwa dan kemudian melakukan analisis masalah yang timbul di dalamnya. teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini adalah dengan melakukan survey secara langsung dan pembagian kuesioner pada calon penumpang maskapai di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta indonesia.

Setelah melakukan penelitian Analisis Ketepatan Waktu Penerbangan Maskapai (On Time Performance) Bandar Udara Halim Perdanakusuma adalah sebagai berikut.Dalam Pasal 10 Peraturan mentri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Komitmen Angkutan Udara yang memuat, Penundaan lebih dari 4 (empat) jam akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp.Dan Pembayaran setengah (50%) diberikan dengan asumsi apabila pengangkut menawarkan tujuan lain yang paling dekat dengan tujuan penerbangan terakhir.Pada Pengamatan dari hari ke 1 sampai ke 4 ketepatan waktu rata - rata maskapai di bandar halim adalah sebesar 95,43% – 96,45% yang dapat di artikan bahwa ketepatan waktu di bandara Halim perdanaskusuma sudah maksimal.Kemudian tundaan maskapai rata – rata adalah sebesar 3,7 – 4,6 % dan di artikan bahwa tundaan sejumlah maskapai tersebut minimal.Berdasarkan hasil Analisa untuk faktor yang berpengaruhi tundaan maskapai adalah pada variabel sumber daya manusia pada item ke 1 (tentang waktu check in dan pengisian bagasi di bandar Udara Halim Perdanakusuma), pengelolaan operasional pada item ke 3 (tentang berapa lama waktu penanganan bagasi pesawat pada saat pengambilan bagasi), sarana prasarana pada item ke 1 (tentang Seberapa cepat garbarata untuk kelancaran masuk penumpang kedalam pesawat), dan variable lingkungan pada item ke 1 (tentang cuaca (Hujan, Angin,) sangat mempengaruhi jadwal penerbangan, seberapa cepat informasi yang didapat ketika pesawat delay dibandara halim perdanakusuma jakarta).Sehingga pengelolaan Angkasa Pura II Halim Perdanakusuma serta Penyedia jasa maskapai lebih mementingkan aspek tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat tundaan penerbangan maskapai secara lebih mendalam, termasuk faktor-faktor eksternal seperti cuaca dan faktor-faktor internal seperti manajemen operasional maskapai. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada dampak tundaan penerbangan terhadap pengalaman penumpang, termasuk dampak psikologis dan finansial. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat diterapkan oleh maskapai dan pengelola bandara untuk mengurangi tingkat tundaan penerbangan dan meningkatkan kepuasan penumpang.

Read online
File size923.97 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test