UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Latar Belakang: Prevalensi hiperkolesterolemia di Kecamatan Sukatani tahun 2021 yaitu sebesar 6,018%. Hiperkolesterolemia dapat dicegah oleh asupan serat dan aktivitas fisik yang cukup supaya dapat mencegah terjadinya penumpukan lemak terutama di bagian perut, sehingga ukuran lingkar pinggang pun normal atau tidak berisiko obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan serat, aktivitas fisik, dan lingkar pinggang dengan kadar kolesterol total darah. Metode: penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji rank-spearman. Hasil : Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara asupan serat dan aktivitas fisik dengan kadar kolesterol total darah (p > 0,05), serta terdapat hubungan positif yang signifikan antara lingkar pinggang dengan kadar kolesterol total darah pada guru MTs di Kecamatan Sukatani (p < 0,05).

Penelitian ini menemukan bahwa mayoritas responden (guru MTs) berusia 40–59 tahun, laki-laki, dengan status gizi obesitas, mengonsumsi lemak berlebih, serat kurang, dan melakukan aktivitas fisik berat, serta memiliki lingkar pinggang berisiko obesitas dan kadar kolesterol total normal.Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan serat maupun aktivitas fisik dengan kadar kolesterol total (p‑value 0,067 dan 0,157).Sebaliknya, terdapat hubungan positif yang signifikan antara lingkar pinggang dan kadar kolesterol total (p‑value 0,006, r = 0,321).

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara longitudinal pengaruh asupan serat terhadap kadar kolesterol total pada guru MTs, sehingga dapat mengidentifikasi apakah peningkatan konsumsi serat dalam jangka panjang menurunkan risiko hiperkolesterolemia. Selain itu, perlu dilakukan intervensi aktivitas fisik terstruktur selama minimal enam bulan untuk menilai perubahan pada kadar kolesterol serta lingkar pinggang, yang dapat memberikan bukti kausal mengenai manfaat olahraga bagi kesehatan kardiovaskular. Penelitian juga dapat memperluas fokus dengan menggabungkan pola makan lengkap (serat, lemak, karbohidrat) serta faktor genetik untuk memahami kontribusi interaksi gizi dan genetika terhadap profil lipid, sehingga rekomendasi nutrisi dapat dipersonalisasi. Semua studi tersebut sebaiknya menggunakan desain kohort atau uji klinis acak dengan sampel yang lebih besar dan representatif, serta mengukur variabel dengan metode objektif seperti analisis laboratorium dan alat pengukuran fisik.

Read online
File size234.89 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test