STKIPKUSUMANEGARASTKIPKUSUMANEGARA

Jurnal Abdimas Prakasa DakaraJurnal Abdimas Prakasa Dakara

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis peran standarisasi hukum Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam mendukung penurunan stunting di Kelurahan Tonja, Denpasar Utara. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif melalui penyuluhan hukum, diskusi, dan pendampingan teknis kepada perangkat kelurahan, kader posyandu, serta masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penguatan pemahaman terhadap regulasi PMT meningkatkan kualitas pelaksanaan program, ketertiban administrasi, serta koordinasi antar pemangku kepentingan. Standarisasi hukum berperan penting dalam menciptakan pelaksanaan PMT yang lebih terarah, transparan, dan akuntabel sehingga mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, dapat disimpulkan bahwa standarisasi hukum Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) memiliki peran yang strategis dalam mendukung upaya penurunan stunting di tingkat lokal.Standar regulasi yang jelas memberikan kepastian dalam aspek kriteria penerima manfaat, komposisi gizi, mekanisme distribusi, serta tata kelola administrasi dan pelaporan, sehingga pelaksanaan program menjadi lebih terarah dan terukur.Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa penguatan pemahaman mengenai dasar hukum dan standar pelaksanaan PMT mampu meningkatkan kesadaran hukum serta kualitas koordinasi antar pemangku kepentingan, termasuk perangkat kelurahan, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat.Dengan adanya keseragaman persepsi terhadap regulasi yang berlaku, implementasi program dapat berjalan secara lebih sistematis, transparan, dan akuntabel.Secara keseluruhan, integrasi antara standarisasi hukum dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas PMT sebagai instrumen intervensi gizi.Oleh karena itu, penguatan aspek regulasi yang diiringi dengan pendampingan dan edukasi berkelanjutan perlu terus dilakukan agar program PMT dapat berkontribusi secara optimal dalam percepatan penurunan stunting di Kelurahan Tonja Denpasar Utara serta mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana cara mengoptimalkan implementasi PMT di wilayah dengan karakteristik sosial, ekonomi, dan demografis yang beragam, seperti di Kelurahan Tonja. Studi ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam menyesuaikan PMT dengan kebutuhan lokal, seperti penggunaan pangan lokal, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan efektivitas intervensi gizi. Kedua, penelitian dapat fokus pada peran edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung keberhasilan PMT. Bagaimana edukasi mengenai pentingnya asupan gizi dalam pencegahan stunting dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam program PMT, dan bagaimana hal ini dapat memperkuat sinergi antar sektor dalam upaya penurunan stunting. Ketiga, studi dapat mengeksplorasi bagaimana standarisasi hukum PMT dapat lebih diintegrasikan dengan prinsip-prinsip good governance, terutama dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana regulasi yang jelas dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program, dan bagaimana koordinasi antar pemangku kepentingan dapat diperkuat melalui standar yang seragam.

Read online
File size412.1 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test