UINSIUINSI

MAZAHIBMAZAHIB

Partisipasi perempuan dalam politik, khususnya dalam peran kepemimpinan, tetap menjadi topik kontroversial dalam komunitas Muslim. Situasi ini terutama disebabkan oleh interpretasi yang berlaku bahwa pria secara alami lebih berkualitas untuk menduduki posisi kepemimpinan nasional, seperti yang dipengaruhi oleh struktur patriarki masyarakat dan stereotip yang terus-menerus yang merendahkan kemampuan perempuan. Hambatan budaya dan sosial ini menghambat perempuan untuk naik ke tingkat tertinggi kekuasaan politik, terutama di negara-negara seperti Malaysia dan Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis yurisprudensi Islam yang berasal dari tafsir Alquran dan hadis tentang status perempuan untuk mengatasi kesalahpahaman umum bahwa Islam secara inheren mendukung misogini. Kemudian, secara kontekstual, analisis ini menempatkan hambatan yang dihadapi perempuan Melayu dalam mencapai kepemimpinan politik di Malaysia dan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kompleksitas tantangan berbasis gender dalam pengaturan politik yang disebabkan oleh interpretasi sumber Syariah oleh ulama non-moderat yang dikombinasikan dengan budaya patriarki di dunia Melayu. Penelitian ini mengungkapkan bahwa secara historis, di Melayu, perempuan telah dipercayakan dengan tanggung jawab kepemimpinan nasional. Demikian pula, dari perspektif Islam, tampaknya ada kesalahpahaman hadis mengenai larangan mengangkat perempuan sebagai pemimpin nasional. Sehingga, budaya tradisional yang mengizinkan perempuan untuk memegang posisi kepemimpinan harus dipoles kembali karena perempuan dapat memanfaatkan kebebasan mereka, termasuk kepemimpinan, yang sebelumnya ditolak oleh pandangan non-moderat.

Islam berbeda dengan agama lain dalam hal mendukung nasib perempuan.Perempuan menerima berbagai hak, termasuk di bidang kepemimpinan.Perubahan dan perbedaan sosial harus dipertimbangkan untuk menghormati kesesuaian Syariah di setiap waktu dan tempat.Masyarakat Muslim-Melayu di Kepulauan Melayu memiliki latar belakang perkembangan budaya dibandingkan dengan masyarakat lain.Oleh karena itu, kepemimpinan harus dipoles kembali untuk memberdayakan posisi perempuan saat ini sehingga perempuan dapat menikmati hak-hak yang ditolak dalam sejarah kepemimpinan pusat negara.Studi analisis gender dapat dilakukan di masa depan dengan mengevaluasi stereotip gender dan hambatan perempuan dalam memegang posisi kepemimpinan utama di negara-negara Islam dan mengukur langkah-langkah pemberdayaan untuk menempatkan perempuan sebagai tokoh kunci di negara tersebut.Karena tidak ada hambatan bagi perempuan untuk diangkat sebagai pemimpin politik dalam Islam.

Berdasarkan analisis ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana pandangan moderat para ulama Islam tentang kepemimpinan perempuan dapat diterapkan dalam konteks kontemporer. Kedua, penting untuk menyelidiki bagaimana perubahan sosial dan budaya dapat mempengaruhi persepsi masyarakat tentang peran perempuan dalam kepemimpinan politik. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana stereotip gender dapat diatasi dan bagaimana perempuan dapat didukung untuk mencapai posisi kepemimpinan yang lebih tinggi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang tantangan dan peluang yang dihadapi perempuan dalam kepemimpinan politik di masyarakat Muslim-Melayu.

  1. 0. pdf obj endobj procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs a0 wu5 wo vg kx k5n... doi.org/10.24035/ijit.15.2019.0050 pdf obj endobj procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs a0 wu5 wo vg kx k5n doi 10 24035 ijit 15 2019 005
  2. Muslim Feminist Hermeneutical Method to the Qur'an (Analytical Study to the Method of Amina Wadud)... doi.org/10.20414/ujis.v21i2.320Muslim Feminist Hermeneutical Method to the Quran Analytical Study to the Method of Amina Wadud doi 10 20414 ujis v21i2 320
  3. Political Dynasties and Women Candidates in Indonesia’s 2019 Election - Sri Budi Eko Wardani, Valina... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1868103421991144Political Dynasties and Women Candidates in IndonesiaAos 2019 Election Sri Budi Eko Wardani Valina journals sagepub doi 10 1177 1868103421991144
  4. WOMENS LEADERSHIP IN ISLAM: A HISTORICAL PERSPECTIVE OF A HADITH | Indonesian Journal of Islamic Literature... ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/islimus/article/view/3276WOMENS LEADERSHIP IN ISLAM A HISTORICAL PERSPECTIVE OF A HADITH Indonesian Journal of Islamic Literature ejournal uinsaid ac index php islimus article view 3276
Read online
File size531.71 KB
Pages46
DMCAReport

Related /

ads-block-test