BBCBBC

Proceedings International Conference of Bunga BangsaProceedings International Conference of Bunga Bangsa

Percepatan teknologi digital secara signifikan mengubah cara masyarakat Muslim mempraktikkan dakwah dan membangun hubungan sosial keagamaan. Dakwah, yang dulu berakar pada interaksi tatap muka dan otoritas ulama lokal, kini berkembang menjadi ekosistem komunikasi Islam yang melintasi batas geografis melalui platform digital. Transformasi ini tidak hanya memengaruhi media penyampaian pesan, tetapi juga merombak struktur hubungan sosial keagamaan yang tradisional dibangun melalui keterlibatan langsung di tempat ibadah dan lingkaran belajar agama. Penelitian ini secara sistematis mengevaluasi bagaimana dakwah digital mendorong transformasi hubungan sosial keagamaan komunitas Muslim dari perspektif sosiologi komunikasi Islam, dengan memanfaatkan tinjauan literatur sistematis. Temuan menunjukkan tiga transformasi hubungan signifikan: pertama, pergeseran otoritas keagamaan dari ulama tradisional ke figur keagamaan digital; kedua, munculnya komunitas keagamaan virtual yang melaksanakan fungsi sosial pertemuan keagamaan konvensional; dan ketiga, pembentukan identitas Islam digital yang hybrid dan fluida. Hasil ini menegaskan bahwa dakwah digital bukan sekadar perubahan media komunikasi, melainkan rekonstruksi komprehensif hubungan sosial keagamaan.

pertama, dakwah digital telah mengakibatkan restrukturisasi otoritas keagamaan yang demokratis dan berlapis, di mana legitimasi tidak lagi dikuasai sepenuhnya oleh jalur tradisional namun juga oleh kapasitas komunikasi digital dan kepercayaan audiens.kedua, komunitas keagamaan virtual berkembang menjadi ruang sosial yang membentuk fungsi sosial masyarakat keagamaan kontemporer, meskipun kualitas hubungan tidak sepenuhnya setara dengan komunitas fisik tradisional.ketiga, rekonstruksi identitas Islam digital yang menonjolkan kekayaan dan keanekaragaman menimbulkan tantangan bagi kohesi komunitas, memerlukan perhatian serius untuk mencegah disorientasi nilai.Kesimpulan ini menegaskan perlunya intervensi strategis dalam literasi keagamaan digital serta usaha terkoordinasi antara lembaga pendidikan Islam dan pengembang platform digital untuk memastikan keberlanjutan keberagaman dan kohesi sosial.

Pertama, lakukan studi longitudinal yang memantau dampak jangka panjang komunitas keagamaan virtual terhadap kohesi sosial di komunitas Muslim, dengan meneliti apakah interaksi digital dapat mengkompensasi kekurangan hubungan tatap muka; kedua, kembangkan model intervensi pelatihan literasi digital keagamaan bagi ulama dan pendakwah, lalu evaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas otoritas keagamaan digital; ketiga, lakukan penelitian komparatif antara identitas Islam digital yang berkembang di generasi muda dengan identitas tradisional di komunitas lokal, untuk menilai sejauh mana hybridisasi identitas mempengaruhi persepsi nilai dan kebijakan kebijakan keagamaan di tingkat mikro dan makro. Kombinasi ketiga saran tersebut akan memberikan pemahaman holistik tentang dinamika sosial dan budaya yang berhubungan dengan dakwah digital, serta menyediakan dasar empiris bagi kebijakan dan praktik keagamaan di era digital.

  1. Stigma Sosial Pengangguran di Media Daring Amerika Serikat pada Masa Pandemi COVID-19 | Jurnal Komunikasi.... doi.org/10.20885/komunikasi.vol16.iss2.art5Stigma Sosial Pengangguran di Media Daring Amerika Serikat pada Masa Pandemi COVID 19 Jurnal Komunikasi doi 10 20885 komunikasi vol16 iss2 art5
Read online
File size186.55 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test