UNITOMOUNITOMO

Inform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan KomunikasiInform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

Optimasi penciptaan listrik mengurangi biaya bahan bakar dan emisi CO₂. Penelitian ini memodelkan sistem pembangkit hidro-thermalku pada jaringan 150 kV di Kalimantan, menggunakan algoritma Dragonfly serta metode iterasi lambda. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode Dragonfly menghasilkan biaya bahan bakar rata‑rata sebesar IDR 151.164.418 per hari dengan emisi 917,40 ton per hari, lebih rendah dibandingkan metode Lambda Iteration (IDR 151.202.209). Selain itu, Dragonfly menurunkan emisi CO₂ sebesar 0,64 ton per hari. Penelitian ini menegaskan bahwa algoritma Dragonfly dapat meningkatkan efisiensi ekonomi sekaligus menurunkan dampak lingkungan pada fasilitas pembangkit energi.

Metode Dragonfly menghasilkan biaya bahan bakar dan emisi CO₂ yang lebih rendah dibandingkan metode Lambda Iteration pada sistem pembangkit hidro‑termo 150 kV.Efisiensi ekonomi meningkat dan dampak lingkungan berkurang secara signifikan.Untuk pengembangan selanjutnya, perlu ditambahkan faktor emisi lainnya (SO₂, NOₓ) serta perbandingan dengan algoritma kecerdasan buatan lainnya.

1. Meneliti penerapan algoritma Dragonfly pada sistem jaringan 500 kV dengan mempertimbangkan emisi polutan tambahan seperti SO₂ dan NOₓ untuk mengevaluasi pengurangan total dampak lingkungan. 2. Membandingkan kinerja Dragonfly dengan algoritma meta‑heuristik lain seperti Particle Swarm Optimization dan Artificial Bee Colony pada skenario optimasi ekonomi‑emisi di pembangkit termo‑hidro, guna menentukan algoritma terbaik berdasarkan kriteria efisiensi dan kecepatan konvergensi. 3. Mengembangkan model optimasi real‑time yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem manajemen energi bangunan komersial, sehingga algoritma Dragonfly dapat mempengaruhi pengambilan keputusan operasional pembangkit energi terbarukan secara dinamis.

Read online
File size253.63 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test