UNITOMOUNITOMO

Inform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan KomunikasiInform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

Sistem pemantauan data telemetri waktu nyata diperlukan untuk memantau pergeseran lahan. Sistem ini terdiri dari ATMega328 mikrocontroller, Linear Variable Differential Transformer (LVDT) dan rheostat, sensor accelerometer, rain gauge tipping bucket, dan modul radio telemetri HC-12. Biasanya, LVDT membaca pergeseran lahan dalam rentang 0-20 mm, rheostat mampu bergeser hingga 66 mm, sensor accelerometer membaca data kurang dari 20 derajat, dan sensor rain gauge tipping bucket menciptakan jumlah curah hujan di bawah 50 mm/jam yang kemudian mengirimkan data secara real-time secara teratur selama 24 jam. Buzzer yang terpasang di lapangan akan berbunyi jika LVDT membaca pergeseran lahan lebih dari 30 mm, rheostat lebih dari 51 mm, dan sensor accelerometer membaca data lebih dari 45 derajat; juga, sensor rain gauge tipping bucket membaca lebih dari 70 mm/jam. Uji ini menghasilkan data parameter. Sehingga data pergeseran dapat dipantau.

Untuk melihat data pemantauan dalam mengantisipasi potensi longsor, dapat disimpulkan bahwa koefisien linearitas sensor LVDT-jarak pergeseran 0,975 dan jarak pergeseran rheostat 0,9991.Kalibrasi sudut kemiringan sensor accelerometer dipindahkan maju dan mundur dengan potensi longsor tinggi rata-rata x, y (45,62, 45,46) derajat.Kalibrasi kapasitas curah hujan dengan rentang standar 0-45 mm, rentang menengah 50-69 mm, dan rentang tinggi lebih dari 70 mm.Jarak transmisi maksimum modul komunikasi HC-12 adalah 600 m.Transmisi data telemetri berhasil 99,9%, tetapi 1 kali mengalami penundaan 1 menit.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah memperluas jangkauan pengukuran sensor LVDT. Jangkauan cakupan telemetri radio juga dapat diperluas, dan pendeteksi bawah tanah dapat diuji ulang dengan parameter penyerapan air.

Read online
File size543.27 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test