UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan IslamAl-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam

Kenakalan remaja merupakan perilaku penyimpangan yang sering muncul pada masa remaja, menandai pencarian jati diri, ketidakstabilan emosional, dan pengaruh lingkungan yang kuat. Pendidikan akhlak berfungsi sebagai kekuatan pengarah untuk membantu remaja menghindari perilaku negatif seperti pertengkaran, kelolosan, merokok, dan kejahatan kecil. Sebagai lembaga pendidikan, madrasah memainkan peran penting dalam menumbuhkan karakter siswa. MA AL‑Kreatif al‑Mubaraak Bengkulu menerapkan pendidikan akhlak secara intensif melalui pelajaran formal, kegiatan keagamaan, dan kebiasaan positif harian. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan akhlak dalam menurunkan kenakalan remaja di sekolah tersebut. Metode kualitatif deskriptif digunakan, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan akhlak, dilaksanakan melalui contoh positif guru, rutin ibadah, dan aktivitas karakter, secara signifikan membantu membentuk perilaku positif siswa. Pendidikan akhlak menciptakan lingkungan sekolah yang disiplin dan religius serta berkontribusi pada perbaikan perilaku remaja.

Pendidikan akhlak di MA AL‑Kreatif al‑Mubaraak Bengkulu berperan besar dalam membentuk perilaku siswa menuju arah yang lebih baik.Peran guru sebagai teladan, pembiasaan ibadah dan kegiatan keagamaan, serta layanan konseling karakter secara rutin mampu mengurangi angka kenakalan remaja.Pendekatan pendidikan akhlak yang terintegrasi dan konsisten berhasil menekan perilaku menyimpang dan meningkatkan kontrol diri siswa, sehingga menjadi instrument preventif dan kuratif yang efektif.

Pertanyaan penelitian baru dapat difokuskan pada (1) bagaimana efektivitas model pendidikan akhlak yang terintegrasi dengan teknologi digital dalam menurunkan kenakalan remaja di madrasah, (2) sejauh mana kolaborasi intensif antara guru, wali kelas, dan orang tua dalam proses pembinaan akhlak mempengaruhi konsistensi perilaku positif siswa, dan (3) apakah pendekatan konseling karakter berbasis agama berbeda hasilnya ketika diterapkan secara mandiri dibandingkan dipadukan dengan program ekstrakurikuler berbasis nilai moral?.

Read online
File size224 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test