UNIV45SBYUNIV45SBY
Jurnal Teknik IndustriJurnal Teknik IndustriSebat Project merupakan usaha pembuatan lemari kayu yang menghadapi permasalahan ketidakseimbangan beban kerja pada lintasan produksinya. Ketidakseimbangan ini menyebabkan terjadinya waktu menganggur (idle time) pada beberapa stasiun kerja dan munculnya bottleneck pada stasiun lain sehingga target produksi harian tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyeimbangkan pembagian elemen kerja pada lintasan produksi menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi proses kerja. Data waktu siklus setiap elemen kerja diukur menggunakan metode stopwatch time study, kemudian dihitung waktu normal dan waktu baku dengan mempertimbangkan faktor penyesuaian Westinghouse dan toleransi istirahat. Selanjutnya, waktu baku digunakan untuk menghitung waktu siklus, positional weight, serta pembagian elemen kerja ke stasiun kerja dengan metode RPW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode RPW mampu menambah jumlah stasiun kerja dari 4 menjadi 9 stasiun, meningkatkan efisiensi lintasan dari 36% menjadi 76%, serta menurunkan balance delay dari 63,97% menjadi 23,69%. Dengan demikian, penerapan metode RPW di Sebat Project dapat meminimalkan waktu menganggur dan meningkatkan produktivitas lintasan produksi.
Penyeimbangan lintasan produksi lemari di Sebat Project berhasil menambah stasiun kerja dari 4 menjadi 9, meningkatkan efisiensi lintasan sebesar 40% (dari 36% menjadi 76%) dan menurunkan balance delay sebesar 40,28% (dari 63,97% menjadi 23,69%).Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Ranked Positional Weight efektif dalam mengurangi bottleneck dan idle time, sehingga meningkatkan produktivitas lintasan produksi.
Pertimbangkan penerapan metode RPW dalam konteks produksi berlapis dimana stoarge material dapat dioptimalkan untuk mengurangi idle time di stasiun awal; lakukan analisis sensitivitas faktor penyesuaian Westinghouse pada waktu baku untuk mengidentifikasi parameter kritis yang mempengaruhi keseimbangan lintasan; dan kembangkan sistem real‑time monitoring berbasis sensor pada setiap stasiun kerja guna memantau waktu siklus dan menyesuaikan alokasi kerja secara dinamis sesuai perubahan beban produksi.
- Pengukuran Waktu Kerja Standar pada Proses Produksi di IKM Donat Kampar Galesong | Journal of Agro-industry... journal.atim.ac.id/index.php/jaier/article/view/138Pengukuran Waktu Kerja Standar pada Proses Produksi di IKM Donat Kampar Galesong Journal of Agro industry journal atim ac index php jaier article view 138
- Analisis Produktivitas Menggunakan Metode POSPAC dan Performance Prism Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja... doi.org/10.26593/jrsi.v9i1.3362.11-22Analisis Produktivitas Menggunakan Metode POSPAC dan Performance Prism Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja doi 10 26593 jrsi v9i1 3362 11 22
- Penerapan Line Balancing Produksi Arm Rear Brake dengan Metode Ranked Positional Weight di PT. Ciptaunggul... doi.org/10.32672/jse.v8i2.5977Penerapan Line Balancing Produksi Arm Rear Brake dengan Metode Ranked Positional Weight di PT Ciptaunggul doi 10 32672 jse v8i2 5977
| File size | 760.81 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Untuk penelitian selanjutnya, disarankan penggunaan metode DMAIC dan FMEA dengan periode data yang lebih panjang agar evaluasi perbaikan kualitas dapatUntuk penelitian selanjutnya, disarankan penggunaan metode DMAIC dan FMEA dengan periode data yang lebih panjang agar evaluasi perbaikan kualitas dapat
UNIV45SBYUNIV45SBY 6%. Sistem kontrol otomatis seperti saklar lampu dan AC berhasil berjalan secara fungsional, meskipun terdapat jeda waktu respon yang terukur pada sistem6%. Sistem kontrol otomatis seperti saklar lampu dan AC berhasil berjalan secara fungsional, meskipun terdapat jeda waktu respon yang terukur pada sistem
UNIV45SBYUNIV45SBY Aspirasi jangka panjang yang ingin dicapai oleh UMKM gorden, seperti memperluas pasar dan membangun merek yang kuat, dapat tercapai dengan terus berinovasi,Aspirasi jangka panjang yang ingin dicapai oleh UMKM gorden, seperti memperluas pasar dan membangun merek yang kuat, dapat tercapai dengan terus berinovasi,
UNIV45SBYUNIV45SBY Perbaikan yang diusulkan meliputi penyusunan SOP, pelatihan operator, perbaikan lingkungan kerja, dan kalibrasi peralatan. Implementasi perbaikan diharapkanPerbaikan yang diusulkan meliputi penyusunan SOP, pelatihan operator, perbaikan lingkungan kerja, dan kalibrasi peralatan. Implementasi perbaikan diharapkan
UNIV45SBYUNIV45SBY Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi foto postur kerja, kemudian dianalisis dengan metode REBA untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi.Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi foto postur kerja, kemudian dianalisis dengan metode REBA untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi.
UNIV45SBYUNIV45SBY CV Dwitama merupakan perusahaan yang telah menerima pesanan produksi panel listrik. Selama seluruh proses produksi, perusahaan seperti CV Dwitama SidoarjoCV Dwitama merupakan perusahaan yang telah menerima pesanan produksi panel listrik. Selama seluruh proses produksi, perusahaan seperti CV Dwitama Sidoarjo
UNIV45SBYUNIV45SBY Dari identifikasi bahaya yang dilakukan didapatkan hasil bahwa risiko bahaya yang muncul disebabkan karena pekerja tidak menggunakan alat pelindung diriDari identifikasi bahaya yang dilakukan didapatkan hasil bahwa risiko bahaya yang muncul disebabkan karena pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri
UNIV45SBYUNIV45SBY Perbaikan disarankan melalui pelatihan karyawan, evaluasi kinerja berkala, serta peningkatan prosedur dan lingkungan kerja. Graha Konveksindo didapatkanPerbaikan disarankan melalui pelatihan karyawan, evaluasi kinerja berkala, serta peningkatan prosedur dan lingkungan kerja. Graha Konveksindo didapatkan
Useful /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Target 47 hari ini realistis dan dapat dicapai dengan memanfaatkan peluang yang ada, sekaligus menjadi keharusan strategis agar perusahaan tetap kompetitifTarget 47 hari ini realistis dan dapat dicapai dengan memanfaatkan peluang yang ada, sekaligus menjadi keharusan strategis agar perusahaan tetap kompetitif
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Nilai koefisien determinasi sebesar 0,312 menunjukkan bahwa 31,2% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kelima variabel tersebut, sedangkan 68,8%Nilai koefisien determinasi sebesar 0,312 menunjukkan bahwa 31,2% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kelima variabel tersebut, sedangkan 68,8%
UBHARAUBHARA Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem basis data karyawan terpadu dan sistem pelaporan informasi harian untuk meningkatkanPenelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem basis data karyawan terpadu dan sistem pelaporan informasi harian untuk meningkatkan
UNIV45SBYUNIV45SBY kapasitas kroduksi mesin pencacah batang pisang ± 30 kg/jam. Sumber penggerak mesin adalah motor listrik 1 HP dengan putaran 1400 Rpm. Sisten transmisikapasitas kroduksi mesin pencacah batang pisang ± 30 kg/jam. Sumber penggerak mesin adalah motor listrik 1 HP dengan putaran 1400 Rpm. Sisten transmisi