UIRUIR

MediumMedium

MS Glow For Men merupakan brand skincare pria yang melakukan pendekatan komunikasi melalui penggunaan brand ambassador Babecabita dan Marshel Widianto serta tagline #SemuaJugaBisa. Penelitian ini melakukan pengujian dan analisis pengaruh brand ambassador dan tagline terhadap respon khalayak baik secara parsial maupun simultan dengan menggunakan model hierarchy of effect yang terdiri dari cognitive stage, affective stage, dan behavior stage. Metode kuantitatif dirancang dengan teknik analisis regresi linier berganda dan korelasi parsial, menggunakan sampel non probability purposive sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dan positif dari kedua variabel, dimana brand ambassador memiliki pengaruh kuat sebesar 57,3049% dan tagline sebesar 38,1924% terhadap respon khalayak, dengan kontribusi gabungan mencapai 63,4%. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pemasaran yang melibatkan figur publik dan pesan singkat dalam meningkatkan respon konsumen pada produk skincare pria.

Pengaruh brand ambassador dan tagline terhadap respon khalayak pada MS Glow For Men terbukti signifikan dan positif.Brand ambassador memiliki pengaruh kuat sebesar 57,3049% dan tagline sebesar 38,1924%, sehingga kontribusi gabungan mencapai 63,4%.Keduanya dapat meningkatkan respon khalayak secara parsial maupun simultan.

Penelitian lanjutan dapat meneliti efek jangka panjang dari penggunaan brand ambassador dengan melihat perubahan pada loyalitas konsumen setelah satu tahun kampanye. Sebuah studi perbandingan juga dapat dilakukan antara brand ambassador dengan selebritas olahraga untuk mengetahui apakah karakteristik jenis figur publik memengaruhi respon khalayak lebih efektif. Selain itu, dapat dievaluasi kombinasi antara brand ambassador dan influencer media sosial untuk mengukur apakah campuran dua stimulus dapat menghasilkan peningkatan respon konsumen yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan satu jenis stimulus saja. Apabila metode penelitian masih berfokus pada “follow up kuantitatif, penelitian berikutnya dapat menambahkan pendekatan kualitatif seperti fokus grup, guna menggali motivasi psikologis di balik respon konsumen. Tulisan ini juga membuka ruang bagi studi tentang peran media digital selain Instagram, seperti TikTok, dalam memperkuat pesan tagline dan citra brand ambassador. Dengan memahami dinamika platform media yang berbeda, perusahaan dapat menyesuaikan strategi komunikasinya secara lebih tepat sasaran. Mengingat adanya faktor luar yang memengaruhi 36,6% respon, penelitian selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel tambahan, misalnya persepsi kualitas produk atau harga, untuk mendapatkan model yang lebih komprehensif. Terakhir, analisis segmentasi demografis dapat dievaluasi kembali untuk menyesuaikan pesan marketing bagi sub‑kelompok konsumen yang menunjukkan tingkat respons berbeda. Semua rekomendasi di atas bertujuan memperluas pemahaman tentang bagaimana elemen pemasaran berinteraksi dalam konteks pasar skincare pria di Indonesia, sehingga strategi pemasaran dapat dirancang lebih tepat dan efisien.

Read online
File size506.98 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test