STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik IndustriJENIUS : Jurnal Terapan Teknik IndustriDokumentasi aktivitas pemeliharaan mesin merupakan komponen penting dalam sistem pengendalian operasional industri proses karena berperan dalam memastikan keterlacakan pekerjaan, konsistensi pelaksanaan, serta evaluasi kinerja berbasis data. Namun, dalam praktik industri, aktivitas pemeliharaan rutin masih sering dijalankan tanpa standar dokumentasi yang terstruktur sehingga berpotensi menimbulkan variasi pelaksanaan, rendahnya akuntabilitas, dan lemahnya pengawasan antar shift kerja. Kondisi tersebut juga ditemukan pada aktivitas pembersihan mesin Krofta sebagai bagian dari sistem pengolahan air proses di industri kertas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem dokumentasi pembersihan mesin untuk meningkatkan traceability, mendukung standardisasi kerja, serta memperkuat pengendalian mutu operasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, di mana Plan–Do–Check–Act (PDCA) digunakan sebagai kerangka metodologis untuk mengidentifikasi kesenjangan sistem, merancang intervensi dokumentasi, serta mengevaluasi implementasi awal. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan operator, dan telaah dokumen operasional, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi temuan. Hasil penelitian menghasilkan dua luaran utama berupa standar kebersihan mesin dan checklist harian terstruktur yang menunjukkan peningkatan traceability aktivitas, kejelasan akuntabilitas operator, serta penguatan mekanisme pengendalian operasional lintas shift. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan PDCA sebagai kerangka metodologis berimplikasi pada pengembangan sistem dokumentasi operasional yang terstandar dan memberikan kontribusi pada penerapan prinsip standard work dan continuous improvement dalam bidang Teknik Industri.
Penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam aktivitas pembersihan mesin Krofta terletak pada ketiadaan sistem dokumentasi kerja yang terstandar, yang berimplikasi pada rendahnya keterlacakan aktivitas, lemahnya kontrol lintas shift, dan terbatasnya data historis untuk evaluasi operasional.Temuan ini menegaskan bahwa aspek dokumentasi merupakan elemen kunci dalam pengendalian proses pemeliharaan.Pengembangan sistem dokumentasi berbasis Plan–Do–Check–Act (PDCA) menghasilkan dua luaran utama berupa standar kebersihan mesin dan checklist harian terstruktur.Implementasi awal menunjukkan peningkatan traceability, konsistensi pelaksanaan kerja, serta penguatan mekanisme pengawasan operasional, sehingga tujuan penelitian dalam meningkatkan standardisasi dan pengendalian operasional dapat tercapai.Secara ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi metodologis dengan menempatkan PDCA sebagai kerangka sistematis dalam pengembangan dokumentasi operasional, bukan hanya sebagai alat perbaikan proses.Hasil penelitian memperkuat perspektif Teknik Industri bahwa peningkatan kinerja operasional dapat dicapai melalui penguatan sistem informasi kerja dan standard work documentation tanpa intervensi teknis pada peralatan produksi.Penelitian ini memiliki keterbatasan pada tahap implementasi yang masih bersifat awal dan belum dilengkapi evaluasi kuantitatif terhadap dampak operasional.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat diarahkan pada integrasi sistem dokumentasi berbasis digital serta pengukuran kinerja yang lebih terukur untuk mendukung pengembangan sistem pemeliharaan yang lebih komprehensif.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan pengembangan sistem dokumentasi berbasis digital yang terintegrasi dengan sistem produksi. Hal ini akan memungkinkan pengumpulan data operasional secara real-time dan meningkatkan efisiensi proses dokumentasi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengukuran kinerja operasional dengan menggunakan indikator-indikator yang lebih terukur, seperti waktu siklus, produktivitas, dan tingkat kesalahan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam mendukung pengembangan sistem pemeliharaan yang optimal di industri kertas.
- EVALUASI TPM (TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE) DAN PENERAPAN AM (AUTONOMOUS MAINTENANCE) PADA PRODUKSI SUSU... doi.org/10.33795/distilat.v10i1.4908EVALUASI TPM TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DAN PENERAPAN AM AUTONOMOUS MAINTENANCE PADA PRODUKSI SUSU doi 10 33795 distilat v10i1 4908
- Implementation of the Six Sigma-DMAIC Method in Improving Quality Product Scanning Units in the Electronics... jurnal.sttmcileungsi.ac.id/index.php/tekno/article/view/1579Implementation of the Six Sigma DMAIC Method in Improving Quality Product Scanning Units in the Electronics jurnal sttmcileungsi ac index php tekno article view 1579
- Meningkatkan produktivitas pada line produksi di PT. XYZ dengan menggunakan metode PDCA delta | JENIUS... doi.org/10.37373/jenius.v3i1.235Meningkatkan produktivitas pada line produksi di PT XYZ dengan menggunakan metode PDCA delta JENIUS doi 10 37373 jenius v3i1 235
| File size | 386.41 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Stunting dapat menjadi ancaman terhadap kualitas generasi penerus bangsa karena dapat mempengaruhi masa depan anak. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antaraStunting dapat menjadi ancaman terhadap kualitas generasi penerus bangsa karena dapat mempengaruhi masa depan anak. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi keseimbangan lintasan produksi aktual. Metode untuk menyeimbangkan beberapa elemen kerja dari satuTujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi keseimbangan lintasan produksi aktual. Metode untuk menyeimbangkan beberapa elemen kerja dari satu
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Hasil perhitungan menunjukkan bahwa waktu standar proses penyiapan packaging adalah sebesar 2222,67 detik. Selanjutnya dilakukan simulasi selama 8 jamHasil perhitungan menunjukkan bahwa waktu standar proses penyiapan packaging adalah sebesar 2222,67 detik. Selanjutnya dilakukan simulasi selama 8 jam
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Pendekatan kuantitatif deskriptif dan metode purposive sampling melibatkan 27 petugas keamanan sebagai responden. Beban kerja fisiologis diukur menggunakanPendekatan kuantitatif deskriptif dan metode purposive sampling melibatkan 27 petugas keamanan sebagai responden. Beban kerja fisiologis diukur menggunakan
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Evaluasi kinerja mencakup indikator operasional, kualitas, ekonomi, dan lingkungan, yaitu cycle time, throughput, tingkat cacat, dan konsumsi energi. HasilEvaluasi kinerja mencakup indikator operasional, kualitas, ekonomi, dan lingkungan, yaitu cycle time, throughput, tingkat cacat, dan konsumsi energi. Hasil
UMKUMK Islam menekankan ketakwaan dan akhlak sebagai kriteria utama. Tradisi ini berpotensi menimbulkan tekanan sosial dan diskriminasi, serta menghambat hakIslam menekankan ketakwaan dan akhlak sebagai kriteria utama. Tradisi ini berpotensi menimbulkan tekanan sosial dan diskriminasi, serta menghambat hak
UMKUMK Jenis penelitian ini adalah lapangan (feled researc) yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung kelapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaanJenis penelitian ini adalah lapangan (feled researc) yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung kelapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan
UMKUMK Keluarga dan masyarakat sering kali tidak memberi dukungan yang cukup, sehingga pasangan merasa terisolasi dan tidak mampu mengatasi masalah yang muncul.Keluarga dan masyarakat sering kali tidak memberi dukungan yang cukup, sehingga pasangan merasa terisolasi dan tidak mampu mengatasi masalah yang muncul.
Useful /
YARSIYARSI Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan lingkar kepala sebagai indikator risiko disabilitas intelektual. Terdapat hubungan signifikan antara ukuranTemuan ini menegaskan pentingnya pemantauan lingkar kepala sebagai indikator risiko disabilitas intelektual. Terdapat hubungan signifikan antara ukuran
YARSIYARSI Pemeriksaan yang tepat sangat diperlukan untuk mengetahui apakah nodul tersebut ganas atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensiPemeriksaan yang tepat sangat diperlukan untuk mengetahui apakah nodul tersebut ganas atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi
YARSIYARSI Yang menarik adalah bahwa masalah nyeri perut (abdominal pain) jarang sebagai keluhan pada ADP, malahan ditemukan cukup banyak (20. Telah disampaikan pulaYang menarik adalah bahwa masalah nyeri perut (abdominal pain) jarang sebagai keluhan pada ADP, malahan ditemukan cukup banyak (20. Telah disampaikan pula
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Pada proyek engine mounting LH D20N, perusahaan mengalami keterlambatan pasokan part damper dari supplier Jepang yang berdampak signifikan terhadap jadwalPada proyek engine mounting LH D20N, perusahaan mengalami keterlambatan pasokan part damper dari supplier Jepang yang berdampak signifikan terhadap jadwal