ACEHPROVACEHPROV

Journal of Medical ScienceJournal of Medical Science

Pasien dengan rinosonusitis kronik dapat mengalami penurunan kualitas hidup secara signifikan yang diakibatkan karena gejala yang ditimbulkan, seperti hidung tersumbat, iritasi, dan sulit tidur. Sinonasal Outcome Test-22 (SNOT-22) dan Total Nasal Symptom Score (TNSS) dianggap sebagai Patient-Reported Outcome Measure (PROM) yang paling sesuai untuk mengevaluasi pasien dengan RSK. Irigasi nasal dengan NaCl 0,9% merupakan salah satu terapi yang murah dan efektif untuk mengatasi kondisi inflamasi pada saluran nafas dan secara signifikan dapat meringankan gejala sinonasal serta meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit sinonasal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terapi irigasi nasal dengan larutan NaCl 0,9% dapat mempengaruhi hasil SNOT-22 dan TNSS pada penderita rinosinusitis kronik. Pengumpulan data dilakukan sejak Juni-September 2025 di Poliklinik THT-BKL RSUD dr.Zainoel Abidin. Metode penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan studi pretest-postest control group design, didapatkan 36 responden dengan usia terbanyak 18-<40 tahun (66,6%), jenis kelamin laki-laki (52,8%) dan seluruhnya memiliki komorbid rhinitis alergi. Hasil analisis t-berpasangan didapatkan perbaikan nilai dari SNOT-22 dengan p-value 0,001 dan perbaikan nilai dari TNSS dengan p-value 0,002 pada pasien RSK setelah 2 minggu diberikan terapi irigasi nasal dengan NaCl 0,9%.

Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya penurunan yang signifikan pada skor SNOT-22 dan TNSS setelah dilakukan pemberian terapi irigasi nasal dengan NaCl 0,9% selama 2 minggu pada pasien rhinosinusitis kronik.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas konsentrasi larutan saline yang berbeda, seperti hipertonik versus isotonik, terhadap perbaikan skor SNOT-22 dan TNSS pada pasien rinosinusitis kronik dengan periode pemantauan jangka panjang untuk menilai keberlanjutan manfaat klinis. Selanjutnya, studi randomisasi terkontrol dapat membandingkan terapi irigasi nasal NaCl 0,9% yang dipadukan dengan penggunaan semprotan kortikosteroid intranasal versus irigasi nasal saja, guna mengevaluasi sinergi potensial dalam mengurangi gejala dan inflamasi. Terakhir, uji coba multisentra yang melibatkan populasi beragam, termasuk kelompok umur lebih luas dan pasien tanpa komorbid rinitis alergi, diperlukan untuk menilai generalisasi temuan dan mengidentifikasi faktor-faktor prediktif respons terapi nasal irrigation.

Read online
File size490.05 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test