ACEHPROVACEHPROV
Journal of Medical ScienceJournal of Medical SciencePenyakit jantung koroner (PJK) termasuk salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Intervensi koroner per kutan (IKP) merupakan prosedur untuk melebarakan arteri yang menyempit sehingga aliran darah ke jantung dapat normal kembali. Prosedur ini merupakan terapi definitif untuk mengatasi PJK. Namun setelah menjalani IKP pasien mengalami penurunan dalam aktivitas fisik dan stamina. Program rehabilitasi jantung yang terstruktur membantu pasien untuk secara bertahap meningkatkan aktivitas fisik mereka melalui latihan yang aman dan efektif, sehingga dapat memperbaiki fungsi kardio-pulmonal, daya tahan tubuh serta meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup. Rehabilitasi jantung dapat dilakukan secara terpusat dengan pengawasan profesional kesehatan atau secara mandiri oleh pasien yang dilakukan di rumah. Untuk membandingkan efektivitas program rehabilitasi jantung terpusat dengan program rehabilitasi jantung mandiri terhadap kapasitas fungsional pasien pasca IKP. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi-eksperimental. Subjek penelitian dibagi dalam dua kelompok, yaitu satu kelompok menjalani program rehabilitasi jantung terpusat yang dilaksanakan di unit rehabilitasi jantung RSUDZA dan kelompok lainnya melakukan rehabilitasi jantung mandiri di rumah. Subjek penelitian terdiri dari pasien yang telah menjalani intervensi koroner per kutan dan memenuhi kriteria inklusi. Uji paired samples t-test menunjukkan peningkatan kapasitas fungsional yang signifikan pada kedua kelompok dengan nilai rata-rata 6MWT akhir lebih tinggi daripada 6MWT awal dengan p value <0.0001 (<0.05), menandakan bahwa program rehabilitasi jantung baik terpusat maupun mandiri efektif meningkatkan kapasitas fungsional pasien. Selain itu, hasil uji menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam peningkatan kapasitas fungsional pasien pada kelompok rehabilitasi jantung terpusat (tersupervisi) dengan kelompok rehabilitasi jantung mandiri dengan p value 0.058. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua modalitas rehabilitasi jantung memberikan manfaat yang serupa dalam perbaikan kapasitas fungsional pada pasien PJK pasca IKP, memberikan fleksibilitas dalam pilihan program rehabilitasi berdasarkan preferensi dan kesediaan pasien, sehingga memudahkan pasien yang ingin menjalani rehabilitasi jantung.
Kedua program rehabilitasi jantung, baik yang dilakukan secara terpusat dengan supervisi langsung oleh tim rehab jantung di poliklinik rehab jantung RSUDZA maupun rehabilitasi jantung secara mandiri yang dilakukan dirumah, sama-sama memberikan peningkatan kapasitas fungsional pada pasien penyakit jantung koroner pasca intervensi koroner perkutan secara signifikan dengan nilai rata-rata 6MWT akhir lebih tinggi daripada 6MWT awal dengan p value <0.Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam peningkatan kapasitas fungsional pasien pada kelompok rehabilitasi jantung terpusat (tersupervisi) dengan kelompok rehabilitasi jantung mandiri dengan p value 0.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan desain longitudinal dan jumlah sampel lebih besar untuk menguji hasil jangka panjang dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi efektivitas rehabilitasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut perbandingan langsung antara program terpusat dan mandiri pada populasi pasien pasca IKP, khususnya dalam hal kepatuhan dan hasil rehabilitasi. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam mengikuti program rehabilitasi jantung, baik terpusat maupun mandiri, dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan kepatuhan tersebut.
| File size | 417.34 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN Stroke merupakan gangguan pada sistem saraf ditandai dengan serangan akut /mendadak yang mengakibatkan kelumpuhan pada salah satu sisi badan secara persistenStroke merupakan gangguan pada sistem saraf ditandai dengan serangan akut /mendadak yang mengakibatkan kelumpuhan pada salah satu sisi badan secara persisten
KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ROM Exercise terhadap perubahan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke. Desain penelitian iniTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ROM Exercise terhadap perubahan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke. Desain penelitian ini
JURNALBIKESJURNALBIKES Tema hasil penelitian yaitu: pengalaman stigma dan perlakuan diskriminatif pada ODGJ; peran keluarga dalam konsep sehat dan sakit; aktualisasi diri denganTema hasil penelitian yaitu: pengalaman stigma dan perlakuan diskriminatif pada ODGJ; peran keluarga dalam konsep sehat dan sakit; aktualisasi diri dengan
MALAHAYATIMALAHAYATI Didapatkan faktor eksternal berupa kurangnya pengetahuan keluarga mengenai tinea corporis, kebersihan diri, kebersihan lingkungan, gizi sehat-seimbangDidapatkan faktor eksternal berupa kurangnya pengetahuan keluarga mengenai tinea corporis, kebersihan diri, kebersihan lingkungan, gizi sehat-seimbang
JURNALBIKESJURNALBIKES Oleh karena itu, penting bagi profesional kesehatan untuk memberikan dukungan psikologis dan intervensi yang mendorong strategi koping adaptif guna meningkatkanOleh karena itu, penting bagi profesional kesehatan untuk memberikan dukungan psikologis dan intervensi yang mendorong strategi koping adaptif guna meningkatkan
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Salah satu tipe yang sering dialami pasien adalah halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran merupakan suatu kondisi dimana pasien mendengar suaraSalah satu tipe yang sering dialami pasien adalah halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran merupakan suatu kondisi dimana pasien mendengar suara
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Oleh karena itu, peneliti berkesimpulan bahwa ada hubungan kepatuhan diet pada pasien DM tipe II dengan penyembuhan luka diabetik di klinik Alhuda WoundOleh karena itu, peneliti berkesimpulan bahwa ada hubungan kepatuhan diet pada pasien DM tipe II dengan penyembuhan luka diabetik di klinik Alhuda Wound
URECOLURECOL Kemoterapi adalah pengobatan dengan menggunakan obat baik secara oral maupun intravena yang bertujuan untuk menghambat atau membunuh sel kanker, namumKemoterapi adalah pengobatan dengan menggunakan obat baik secara oral maupun intravena yang bertujuan untuk menghambat atau membunuh sel kanker, namum
Useful /
ACEHPROVACEHPROV Penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan terhadap efek samping aff sheath femoral antara pasien yang diuji APTT, PT, dan INR dan pasienPenelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan terhadap efek samping aff sheath femoral antara pasien yang diuji APTT, PT, dan INR dan pasien
UNAJAUNAJA Metode kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data keuangan perusahaan dengan jalan membandingkan laba rugi perusahaan serta menghitungMetode kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data keuangan perusahaan dengan jalan membandingkan laba rugi perusahaan serta menghitung
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 21 responden yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitianPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 21 responden yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang menggunakan kuesioner dan analisa data yang digunakan adalahPengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang menggunakan kuesioner dan analisa data yang digunakan adalah