ACEHPROVACEHPROV
Journal of Medical ScienceJournal of Medical ScienceTingginya angka kejadian penyakit jantung koroner di Indonesia, khususnya di Aceh, berdampak pada meningkatnya beban pembiayaan kesehatan. Di RSUD Dr. Zainoel Abidin, seluruh pasien post‑percutaneous coronary intervention (PCI) tetap menjalani pemeriksaan activated partial thromboplastin time (APTT), prothrombin time (PT), dan international normalized ratio (INR) sebelum tindakan pelepasan femoral sheath, meskipun tidak mempertimbangkan kondisi hemodinamik. Penelitian ini bertujuan membandingkan efek samping tindakan sheath removal femoral antara pasien yang pernah dilakukan pemeriksaan APTT, PT, dan INR dengan pasien yang tidak. Metode yang digunakan adalah desain kuasi‑eksperimental dengan 30 responden, dianalisis menggunakan uji Mann‑Whitney. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap efek samping sheath removal femoral antara kedua kelompok, baik pada 6 jam (p = 0,146) maupun 24 jam (p = 0,086). Kesimpulannya, pada pasien post‑PCI dengan kondisi hemodinamik stabil dan tanpa komplikasi, pemeriksaan APTT, PT, dan INR tidak diperlukan sebelum tindakan sheath removal femoral, sehingga prosedur dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa meningkatkan risiko efek samping.
Penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan terhadap efek samping aff sheath femoral antara pasien yang diuji APTT, PT, dan INR dan pasien yang tidak diuji, baik pada 6 jam maupun 24 jam setelah tindakan.Hal ini mengindikasikan bahwa pada pasien post PCI dengan kondisi hemodinamik stabil dan tanpa komplikasi, pemeriksaan APTT, PT, dan INR sebelum aff sheath femoral tidak memberikan pengaruh berarti terhadap kejadian efek samping.Dengan demikian, pemeriksaan tersebut tidak perlu dilakukan secara rutin pada pasien tersebut, berpotensi meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan, mengurangi beban biaya, dan tetap menjaga keamanan serta kenyamanan pasien.
Pertama, lakukan studi multinasional dengan sampel lebih besar untuk menilai apakah ketentuan tidak menuntut pemeriksaan APTT, PT, dan INR berlaku pada populasi dengan tingkat risiko tromboemboli lebih tinggi, misalnya pasien riwayat stroke atau penyakit endokarditis. Kedua, ulas secara komprehensif faktor prosedural seperti teknik kompresi dan durasi penekanan serta keterampilan operator dalam mencegah komplikasi hematoma, dan lakukan uji randomisasi yang membandingkan dua metode kompresi (manual vs device) pada konteks tanpa pemeriksaan koagulan. Ketiga, kembangkan protokol berbasis risk‑scoring yang mengintegrasikan parameter klinis, laboratorium (seperti hematokrit dan platelet count), dan teknik prosedural untuk mempersonalisasi kebutuhan pengujian koagulan, lalu evaluasi dampaknya terhadap biaya dan hasil klinis melalui model simulasi ekonomi kesehatan.
| File size | 420.96 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ACEHPROVACEHPROV Hasil menunjukkan bahwa kelompok kombinasi memiliki waktu resolusi hiperglikemia lebih singkat (47,0 ± 26,0 jam vs 79,35 ± 30,64 jam) dan retensi reboundHasil menunjukkan bahwa kelompok kombinasi memiliki waktu resolusi hiperglikemia lebih singkat (47,0 ± 26,0 jam vs 79,35 ± 30,64 jam) dan retensi rebound
ACEHPROVACEHPROV Faktor internal seperti genetika, ras, hormonal dan faktor eksternal seperti iklim, kelembaban, kebersihan, kosmetik, obat-obatan, serta makanan dapatFaktor internal seperti genetika, ras, hormonal dan faktor eksternal seperti iklim, kelembaban, kebersihan, kosmetik, obat-obatan, serta makanan dapat
ACEHPROVACEHPROV Pada domain hubungan sosial, pasien kemoterapi memperoleh skor rata-rata 56,47 dan pasien non-kemo 53,00 (p=0,540). Sementara itu, pada domain lingkungan,Pada domain hubungan sosial, pasien kemoterapi memperoleh skor rata-rata 56,47 dan pasien non-kemo 53,00 (p=0,540). Sementara itu, pada domain lingkungan,
ACEHPROVACEHPROV Evaluasi histopatologi dan kualitas spermatozoa (konsentrasi, motilitas, viabilitas, morfologi) dilakukan setelah 14 hari. Secara histopatologi, KelompokEvaluasi histopatologi dan kualitas spermatozoa (konsentrasi, motilitas, viabilitas, morfologi) dilakukan setelah 14 hari. Secara histopatologi, Kelompok
ACEHPROVACEHPROV Responden menilai aplikasi bermanfaat dalam mempercepat telaah dan dokumentasi PTO, meskipun implementasi lebih luas masih memerlukan dukungan regulasi,Responden menilai aplikasi bermanfaat dalam mempercepat telaah dan dokumentasi PTO, meskipun implementasi lebih luas masih memerlukan dukungan regulasi,
ACEHPROVACEHPROV Irigasi nasal dengan NaCl 0,9% merupakan salah satu terapi yang murah dan efektif untuk mengatasi kondisi inflamasi pada saluran nafas dan secara signifikanIrigasi nasal dengan NaCl 0,9% merupakan salah satu terapi yang murah dan efektif untuk mengatasi kondisi inflamasi pada saluran nafas dan secara signifikan
UNUSAUNUSA Heterogenitas prognostik pasien kanker menyebabkan kebutuhan akan lebih banyak biomarker prognostik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilaiHeterogenitas prognostik pasien kanker menyebabkan kebutuhan akan lebih banyak biomarker prognostik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai
UNSIQUNSIQ Metode yang digunakan berupa pelatihan intensif selama tiga kali pertemuan yang meliputi seminar, praktik tubuh dan pikiran, serta penerapan teknik mindfulnessMetode yang digunakan berupa pelatihan intensif selama tiga kali pertemuan yang meliputi seminar, praktik tubuh dan pikiran, serta penerapan teknik mindfulness
Useful /
ACEHPROVACEHPROV Proses intervensi dilakukan dengan pemberian FHR yaitu dengan menggengang lima jari, menutup mata, memusatkan perhatian dan menarik napas perlahan melaluiProses intervensi dilakukan dengan pemberian FHR yaitu dengan menggengang lima jari, menutup mata, memusatkan perhatian dan menarik napas perlahan melalui
ACEHPROVACEHPROV Hepatocellular Carsinoma (HCC) merupakan kanker hati primer yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Alpha-fetoproteinHepatocellular Carsinoma (HCC) merupakan kanker hati primer yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Alpha-fetoprotein
UNUSAUNUSA Berbagai tes, termasuk tes rutin darah, tes agregasi platelet, dan evaluasi apusan darah, dilakukan untuk menilai efektivitasnya sebagai antikoagulan.Berbagai tes, termasuk tes rutin darah, tes agregasi platelet, dan evaluasi apusan darah, dilakukan untuk menilai efektivitasnya sebagai antikoagulan.
UINUIN Penelitian ini mengkaji pelecehan seksual dan cara UIN menanganinya. Penelitian ini menggunakan penelitian aksi partisipatif agar peneliti dan pemangkuPenelitian ini mengkaji pelecehan seksual dan cara UIN menanganinya. Penelitian ini menggunakan penelitian aksi partisipatif agar peneliti dan pemangku