STIP FARMINGSTIP FARMING

AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu PertanianAGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak aktivitas pertanian kentang terhadap kerusakan lingkungan di Dataran Tinggi Dieng, yang melibatkan kondisi lahan, praktik pertanian, dan dampaknya terhadap keberlanjutan objek wisata alam. Metodologi deskriptif dengan analisis kualitatif dan kuantitatif melibatkan survei petani, observasi kondisi lingkungan, serta objek wisata. Hasil menunjukkan pola tanam berkelanjutan tanpa rotasi, penggunaan pupuk kimia berlebihan, dan pembukaan lahan baru di perbukitan menyebabkan erosi, penurunan kesuburan, kerusakan hutan, dan sedimentasi pada telaga yang menjadi objek wisata. Kerusakan hutan lindung memperburuk potensi erosi serta meningkatkan risiko bencana alam seperti tanah longsor. Dampak tersebut mengancam keberlanjutan sektor pertanian dan pariwisata di kawasan ini. Penelitian merekomendasikan pembuatan teras guludan, rotasi tanaman, pengurangan pupuk kimia, dan reboisasi untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan, serta kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk memperbaiki pengelolaan lahan dan melindungi kelestarian objek wisata Dataran Tinggi Dieng.

Intensifikasi pertanian kentang tanpa praktik konservasi lahan menimbulkan kerusakan ekologis signifikan, termasuk erosi tanah, sedimentasi telaga, dan hilangnya fungsi hutan lindung.Kerusakan hutan mengakibatkan peningkatan risiko erosi dan bencana alam, sehingga mengancam keberlanjutan agrobisnis dan pariwisata.Penerapan teknik konservasi seperti teras guludan, rotasi tanaman, dan reboisasi dapat mengurangi kerusakan serta mendukung kelestarian lingkungan dan objek wisata.

Pertanian kentang di Dataran Tinggi Dieng perlu dipertimbangkan penggunaan sistem tanam sirkulasi terintegrasi, yang meninjau pola tanam dan interaksi antara tanaman pantangan dan tanaman penabung, guna menyeimbangkan kebutuhan hama, nutrisi, dan konservasi tanah; serta disarankan studi komparatif mengenai dampak penerapan berbagai metode konservasi tanah (teras guludan, teras bangku, dan tanah pengikat) pada keparahan erosi dan kualitas air telaga, guna menentukan solusi paling ekonomis dan berkelanjutan; terakhir, pengembangan model berbasis komunitas untuk memonitor pelaksanaan kebijakan penggunaan lahan dan konservasi hutan dapat meningkatkan partisipasi petani dan masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem dan daya tarik wisata, sehingga menerapkan strategi multi‑sectoral yang terintegrasi antara pertanian, pariwisata, dan pengelolaan sumber daya alam.

Read online
File size133.93 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test