SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Cedera pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena berdampak terhadap morbiditas, disabilitas, dan beban sosial‑ekonomi keluarga. Diperlukan alat skrining yang valid dan efisien untuk mendeteksi remaja berisiko cedera sejak dini.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menilai sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi skor risiko cedera pada remaja di Kota Palangka Raya menggunakan analisis Receiver Operating Characteristic (ROC).. Metode: Desain penelitian adalah cross‑sectional dengan melibatkan 265 remaja usia 15–24 tahun dari lima SMA negeri dan komunitas remaja kota Palangka Raya tahun 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup skor kesehatan mental emosional, penggunaan helm, konsumsi alkohol, domisili, dan jenis kelamin, serta dikonfirmasi dengan pemeriksaan radiologis sebagai gold standard.. Hasil: Hasil menunjukkan nilai Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,714 (CI95% 0,623–0,805; p<0,001), menandakan akurasi sedang‑baik. Nilai sensitivitas sebesar 56,8% dan spesifisitas 82,0% diperoleh pada titik potong optimal 13,47.. Kesimpulan: Skor risiko cedera memiliki kemampuan diskriminatif yang cukup baik untuk mengidentifikasi remaja berisiko, namun peningkatan sensitivitas diperlukan agar lebih efektif sebagai alat skrining awal di masyarakat.

Skor risiko cedera berbasis indikator kesehatan mental, kebiasaan helm, konsumsi alkohol, domisili, dan jenis kelamin menunjukkan akurasi moderat (AUC 0,714) dengan sensitivitas 56,8% dan spesifisitas 82,0%.Skor tersebut dapat memisahkan remaja berisiko dan tidak berisiko secara relatif baik, namun sensitivitas yang tidak tinggi membuat sebagian kasus cedera tidak terdeteksi.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan akurasi, terutama sensitivitas, agar skor dapat berfungsi sebagai skrining awal yang efektif di masyarakat.

Pertama, lakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk mengoptimalkan bobot faktor risiko dan meningkatkan sensitivitas skor, sehingga lebih dapat mengidentifikasi remaja berisiko tinggi. Kedua, uji validitas dan reliabilitas model skor risiko cedera ini di kota lain di Indonesia, misalnya di daerah perkotaan dan pedesaan, guna mengevaluasi generalisasi model dan menentukan titik potong yang sesuai konteks lokal. Ketiga, lakukan studi longitudinal untuk menilai dampak intervensi berbasis skor risiko terhadap penurunan insidensi cedera remaja, sehingga dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas program pencegahan.

Read online
File size425.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test