SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL PSYCHOMUTIARAJURNAL PSYCHOMUTIARA

Latar belakang: Lingkungan kerja merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan keterlibatan karyawan terhadap perusahaan. Kondisi kerja yang nyaman, aman, dan mendukung mendorong karyawan untuk bekerja lebih optimal, memiliki komitmen yang lebih tinggi, serta terlibat secara emosional dan kognitif. Tujuan: mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dengan keterlibatan karyawan di PT SPC (Sinar Perdana Caraka) Wilmar Group. Metode: penelitian kuantitatif korelasional dengan populasi 119 responden, diambil sampel 40 karyawan secara acak. Pengumpulan data menggunakan skala lingkungan kerja (Permatasari, 2011) dan skala keterlibatan karyawan (Schaufeli & Bakker, 2004), analisis data dengan korelasi Pearson. Hasil: koefisien korelasi rxy = 0,675, p = 0,000, menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan. Lingkungan kerja memberikan kontribusi efektif sebesar 45,6% terhadap keterlibatan karyawan; sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kepemimpinan, budaya organisasi, dan kesempatan pengembangan karier. Analisis deskriptif menunjukkan kedua variabel berada pada kategori sangat baik, ditunjukkan oleh nilai mean empirik yang lebih tinggi dibandingkan mean hipotetik.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan di PT SPC (Sinar Perdana Caraka) Wilmar Group (rxy = 0,675, p = 0,000).Lingkungan kerja berkontribusi sebesar 45,6% terhadap tingkat keterlibatan karyawan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor seperti kepemimpinan, budaya organisasi, kompensasi, hubungan antar rekan kerja, dan peluang pengembangan karier.Secara deskriptif, kedua variabel berada pada kategori tinggi, dengan mean empirik lingkungan kerja 68,30 (lebih tinggi dari hipotesis 60) dan mean empirik keterlibatan karyawan 77,58 (lebih tinggi dari hipotesis 67,50).

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana gaya kepemimpinan memoderasi pengaruh lingkungan kerja terhadap keterlibatan karyawan, misalnya dengan membandingkan kepemimpinan transformasional versus kepemimpinan transaksional di perusahaan serupa. Selain itu, pendekatan campuran (mixed‑methods) dapat digunakan untuk menggali persepsi karyawan secara kualitatif mengenai aspek non‑fisik lingkungan kerja, sehingga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor‑faktor yang belum terukur secara kuantitatif. Terakhir, sebuah studi longitudinal yang melibatkan beberapa perusahaan di sektor minyak sawit dapat mengevaluasi perubahan tingkat keterlibatan karyawan seiring waktu setelah implementasi perbaikan lingkungan kerja, sehingga dapat menilai keberlanjutan efek intervensi yang diusulkan.

  1. Pengaruh Perceived Organizational Support, Self Efficacy dan Lingkungan Kerja terhadap Employee Engagement... doi.org/10.26740/jim.v9n3.p1076-1091Pengaruh Perceived Organizational Support Self Efficacy dan Lingkungan Kerja terhadap Employee Engagement doi 10 26740 jim v9n3 p1076 1091
  2. Peran Employee Engagement Dalam Memediasi Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Pendamping... jurnal.usi.ac.id/index.php/ekuilnomi/article/view/325Peran Employee Engagement Dalam Memediasi Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Pendamping jurnal usi ac index php ekuilnomi article view 325
  3. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Employee Engagement Karyawan | Vifada Management and... jurnal.vifada.id/index.php/amar/article/view/4Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Employee Engagement Karyawan Vifada Management and jurnal vifada index php amar article view 4
Read online
File size373.93 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test