UNIRA MALANGUNIRA MALANG

Journal of Governance InnovationJournal of Governance Innovation

Penelitian ini membahas tentang implementasi kebijakan perlindungan anak terhadap kekerasan anak di Kota Bandung pada tahun 2023, dengan fokus pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif untuk menggambarkan implementasi kebijakan perlindungan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan tersebut telah diimplementasikan dengan baik, terdapat hambatan dalam hal sumber daya manusia dan biaya. Keterbatasan jumlah pegawai dan anggaran menjadi tantangan dalam mencapai perlindungan anak yang optimal. Namun, partisipasi masyarakat melalui program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu-isu kekerasan terhadap anak. Penelitian ini menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan dan peningkatan sumber daya untuk keberhasilan kebijakan perlindungan anak di masa depan.

Implementasi kebijakan perlindungan anak di Kota Bandung tahun 2023 berhasil secara garis besar, namun masih terhambat oleh keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran.Program PATBM dan kolaborasi lintas sektor telah meningkatkan kesadaran masyarakat, namun penyesuaian kapasitas tenaga dan dana diperlukan untuk optimalisasi perlindungan.Penyuluhan berkelanjutan dan dukungan finansial tambahan diharapkan dapat memperkuat efektivitas kebijakan di masa depan.

Berdasarkan temuan penelitian, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada (1) bagaimana peran teknologi digital, seperti aplikasi “Senandung Perdana, dapat dioptimalkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaporan kekerasan anak, yang melibatkan evaluasi efektivitas dan keandalan sistem pelaporan mobile; (2) meneliti dampak jangka panjang dari program PATBM terhadap perubahan perilaku keluarga dan pengurangan kasus kekerasan anak, termasuk analisis faktor-faktor sosial ekonomi yang memediasi hasil program; dan (3) mengeksplorasi alokasi sumber daya manusia dan keuangan secara terperinci, memeriksa korelasi antara jumlah pegawai, anggaran yang dialokasikan, dan tingkat keberhasilan penanganan kasus, guna memformulasikan rekomendasi kebijakan fiskal yang lebih tepat guna untuk memperkuat sistem perlindungan anak di tingkat kota. Penelitian ini diharapkan memberikan panduan praktis bagi pembuat kebijakan dan implementator dalam merancang strategi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Read online
File size710.86 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test