IAIKHOZINIAIKHOZIN

Jurnal Studi Islam dan SosialJurnal Studi Islam dan Sosial

Praktik nepotisme yang meluas dalam tubuh organisasi kemahasiswaan, khususnya PMII, telah menjadi tantangan etika dan struktural yang serius, mengancam prinsip meritokrasi dan keadilan internal. Fenomena ini semakin mencuat seiring dengan disorotnya secara kritis melalui platform digital yang menuntut adanya respons teologis‑normatif dan solusi transformatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan tafsir tematik terhadap prinsip‑prinsip keadilan Al‑Qurān dengan analisis pola pembingkaian isu nepotisme oleh akun digital spesifik; @a.nande_, guna merumuskan resolusi sosial‑meritokratis yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka kerja library research dan analisis Maqāṣid induktif Waṣfī Āshūr untuk melengkapi solusi framing nilai anti‑nepotisme (ḥifẓ al‑kifāyah), serta analisis framing Model Robert M. Entman untuk membedah konstruksi opini publik. Hasil menunjukkan bahwa diskursus nepotisme PMII di ruang digital difokuskan pada Diagnosis, Causes dan Moral Evaluation, bertentangan secara normatif dengan keadilan distributif Al‑Qurān. Penelitian menyimpulkan bahwa penyelesaian masalah nepotisme memerlukan penguatan sistem meritokrasi transparan dan pemanfaatan media sosial sebagai instrumen moral policing serta katalisator reformasi organisasi.

Penelitian menegaskan bahwa praktik nepotisme di PMII menolak prinsip keadilan dan meritokrasi yang dijabarkan dalam Al‑Qurān.Menerapkan analisis Maqāṣid dan framing digital menunjukkan bahwa ruang digital memfasilitasi kritik dan kesadaran publik.Untuk mengatasi nepotisme, perlu disahkan sistem meritokrasi transparan, diimbangi dengan penggunaan media sosial sebagai alat pengawasan moral dan dorongan reformasi struktural.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas kebijakan meritokratis yang diimplementasikan di PMII dengan mengukur tingkat transparansi proses rekrutmen dan reorientasi kepemimpinan melalui survei longitudinal; selanjutnya, analisis perbandingan antara organisasi mahasiswa Islam dan non‑Islam dapat menilai perbedaan dampak praktik nepotisme pada tata kelola internal organisasi; akhirnya, studi eksperimental dapat menguji dampak intervensi media sosial sebagai platform moral policing terhadap perilaku kepemimpinan di PMII, guna menilai apakah pemberdayaan warga digital dapat secara signifikan menurunkan kasus nepotisme dalam skala organisasi yang lebih luas.

  1. THE DYNAMICS OF THE STUDY OF TAFSIR IN INDONESIA: TRACING THE JOURNEY OF INDONESIAN INTERPRETATION FROM... ejournal.unuja.ac.id/index.php/mushaf/article/view/3342THE DYNAMICS OF THE STUDY OF TAFSIR IN INDONESIA TRACING THE JOURNEY OF INDONESIAN INTERPRETATION FROM ejournal unuja ac index php mushaf article view 3342
  2. MERITOKRASI SEBAGAI RESOLUSI ANTI-NEPOTISME PMII: Sintetis Maqāṣid Al-Qur’ān Induktif dan Analisis... doi.org/10.61941/iklila.v8i2.499MERITOKRASI SEBAGAI RESOLUSI ANTI NEPOTISME PMII Sintetis MaqAid Al QurAoAn Induktif dan Analisis doi 10 61941 iklila v8i2 499
  3. Vista de Nepotism, favoritism and cronyism as a source of conflict of interest: corruption or not? |... doi.org/10.34069/ai/2020.29.05.19Vista de Nepotism favoritism and cronyism as a source of conflict of interest corruption or not doi 10 34069 ai 2020 29 05 19
  4. Nepotisme Gologan dan Jabatan: Upaya Penggalian Nilai-nilai Pengajaran Hukum Nepotisme dalam Perspektif... doi.org/10.47945/tasamuh.v13i2.401Nepotisme Gologan dan Jabatan Upaya Penggalian Nilai nilai Pengajaran Hukum Nepotisme dalam Perspektif doi 10 47945 tasamuh v13i2 401
Read online
File size807.92 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test