UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK)Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK)Desa Catur memiliki wadah pembinaan orang tua balita yang disebut Bina Keluarga Balita (BKB). Kader BKB bertugas memberikan pengajaran dan pelatihan kepada kader posyandu dan orang tua tentang tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun. Sejak tahun 2016, BKB tidak aktif karena keterbatasan pemahaman kader mengenai tumbuh kembang anak, yang sebagian besar berpendidikan SMP atau SMA. Kader belum pernah mendapatkan pelatihan tentang proses tumbuh kembang atau stimulasi. Dari 120 balita di Desa Catur, ditemukan permasalahan seperti obesitas, gizi kurang, dan keterlambatan tumbuh kembang. Tim PKM menawarkan pelatihan dan pendampingan, khususnya pelatihan stimulasi tumbuh kembang anak dengan pijat bayi. Hasilnya menunjukkan bahwa 80% kader mampu melakukan pijat bayi dengan kategori terampil.
Program kemitraan masyarakat ini menghasilkan peningkatan keterampilan kader BKB dalam melakukan pijat bayi.Sebagian besar kader, yaitu 100% mampu melakukan pijat bayi dengan cukup terampil di area wajah, 100% di area perut, 100% di area punggung.Terdapat pula peningkatan keterampilan di area dada, lengan, dan tungkai, meskipun dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi.Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang yang lebih baik kepada balita di Desa Catur.
Berdasarkan hasil pelatihan ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas pijat bayi yang diajarkan kepada kader BKB dalam meningkatkan tumbuh kembang balita di Desa Catur. Studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan tumbuh kembang balita yang mendapatkan stimulasi pijat bayi dari kader terlatih dengan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan stimulasi tersebut. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi tumbuh kembang balita, seperti pola makan dan kondisi sosial ekonomi keluarga, agar intervensi yang diberikan lebih komprehensif dan efektif. Pengembangan modul pelatihan yang lebih interaktif dan mudah dipahami juga sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi kader BKB secara berkelanjutan.
| File size | 837.84 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN MATARAMUIN MATARAM Keragaman merupakan sebuah kenyataan yang tidak dapat disangkal, karena setiap manusia memiliki perbedaan dalam hal pendidikan, lingkungan, sosial-budaya,Keragaman merupakan sebuah kenyataan yang tidak dapat disangkal, karena setiap manusia memiliki perbedaan dalam hal pendidikan, lingkungan, sosial-budaya,
IAINSORONGIAINSORONG Sebelum menjadi sebuah kerajaan besar, kerajaan Safawi hanyalah sebuah gerakan atau aliran tarekat yang didirikan oleh Safi al-Din Ishak al-Ardabily (1252-1334Sebelum menjadi sebuah kerajaan besar, kerajaan Safawi hanyalah sebuah gerakan atau aliran tarekat yang didirikan oleh Safi al-Din Ishak al-Ardabily (1252-1334
KOMPETIFKOMPETIF Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu tim penggerak PKK (ketua, sekretaris danMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu tim penggerak PKK (ketua, sekretaris dan
KOMPETIFKOMPETIF Namun, dari perspektif penghasilan cadangan, Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Budaya menjadi yang tertinggi. Sementara itu, dalam aspek keseimbangan manajemenNamun, dari perspektif penghasilan cadangan, Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Budaya menjadi yang tertinggi. Sementara itu, dalam aspek keseimbangan manajemen
KOMPETIFKOMPETIF 042 dan nilai signifikansi sebesar 0. 03 < 0. 05, yang berarti kompensasi finansial secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil042 dan nilai signifikansi sebesar 0. 03 < 0. 05, yang berarti kompensasi finansial secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil
KOMPETIFKOMPETIF Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif dan regresi linier sederhana melalui SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembanganAnalisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif dan regresi linier sederhana melalui SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan
KOMPETIFKOMPETIF Berdasarkan analisis keuangan, nilai NPV positif sebesar Rp32.800,00, BCR sebesar 2,87 yang lebih besar dari 1, serta IRR sebesar 80,79% yang jauh melampauiBerdasarkan analisis keuangan, nilai NPV positif sebesar Rp32.800,00, BCR sebesar 2,87 yang lebih besar dari 1, serta IRR sebesar 80,79% yang jauh melampaui
KOMPETIFKOMPETIF Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruhHasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh
Useful /
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal kita belajar menulis, mempresentasikan, dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan pengabdian yang telahSeminar ini diharapkan menjadi langkah awal kita belajar menulis, mempresentasikan, dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan pengabdian yang telah
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Namun, masih diperlukan pendampingan lanjutan terkait penyediaan fasilitas standar pelayanan wisata seperti tour guide, ruang informasi, dan toilet untukNamun, masih diperlukan pendampingan lanjutan terkait penyediaan fasilitas standar pelayanan wisata seperti tour guide, ruang informasi, dan toilet untuk
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Jenis penelitian yaitu jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan model Kemis dan Mc Taggat yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklusnyaJenis penelitian yaitu jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan model Kemis dan Mc Taggat yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklusnya
STAIMTASTAIMTA Gotong royong adalah budaya asli Indonesia yang terbukti mampu mewujudkan cita-cita kolektif sejak masa kerajaan hingga awal kemerdekaan. Degradasi budayaGotong royong adalah budaya asli Indonesia yang terbukti mampu mewujudkan cita-cita kolektif sejak masa kerajaan hingga awal kemerdekaan. Degradasi budaya