UKIPUKIP
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis IndonesiaJurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis IndonesiaTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana fungsi pengawasan memengaruhi kinerja pegawai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Toraja Utara. Pengawasan yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kinerja karyawan agar tujuan organisasi dapat dicapai. Untuk melakukan penelitian ini, pendekatan kuantitatif digunakan, dan teknik pengumpulan datanya digunakan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 34 karyawan yang menjadi sampel penelitian. Uji korelasi Pearson Product Moment, koefisien determinasi, dan uji-t digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pengawasan memiliki pengaruh sebesar 1,21% terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien korelasi 0,110. Kinerja pegawai tidak dipengaruhi secara signifikan oleh pengawasan, menurut uji-t (t_hitung = 0,626 < t_tabel = 1,694). Ini menunjukkan bahwa faktor lain berperan lebih besar daripada pengawasan. Untuk meningkatkan kinerja pegawai pemerintah, studi ini menyarankan pengembangan sistem pengawasan yang lebih efisien.
Pengawasan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Toraja Utara memiliki dampak yang sangat kecil terhadap kinerja pegawai, dengan korelasi yang sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik.Hanya 1,21% varian kinerja pegawai yang dapat dijelaskan oleh fungsi pengawasan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.Oleh karena itu, pengawasan perlu dipertimbangkan bersama faktor motivasi, lingkungan kerja, dan gaya kepemimpinan untuk memperbaiki efektivitas kinerja di sektor publik.
Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan variabel dengan menambahkan faktor-faktor seperti motivasi kerja, gaya kepemimpinan, dan budaya organisasi untuk mengevaluasi kontribusinya terhadap kinerja pegawai secara komprehensif. Kedua, pendekatan mixed methods yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif dapat digunakan untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai dinamika pengawasan dan faktor pendukung lainnya dalam konteks publik. Ketiga, studi perbandingan lintas instansi di berbagai daerah dapat dilakukan untuk menguji generalisasi temuan serta mengidentifikasi praktik terbaik pengawasan yang dapat diterapkan di sektor pemerintahan yang berbeda.
| File size | 325.89 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UKIPUKIP Penelitian ini menganalisis pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap efektivitas kerja pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA)Penelitian ini menganalisis pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap efektivitas kerja pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA)
UKIPUKIP Secara simultan, kemampuan kerja, motivasi kerja, dan fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, menciptakan lingkunganSecara simultan, kemampuan kerja, motivasi kerja, dan fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, menciptakan lingkungan
UKIPUKIP Pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Informan terdiri dari sembilan pegawai yang terlibat dalamPendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Informan terdiri dari sembilan pegawai yang terlibat dalam
UKIPUKIP Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan digunakan metode pengumpulan survey dengan mengirimkan angket kuisioner, pengamatan, serta dokumentasi dari hasilUntuk mengumpulkan data yang dibutuhkan digunakan metode pengumpulan survey dengan mengirimkan angket kuisioner, pengamatan, serta dokumentasi dari hasil
UKIPUKIP Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan langsung kepada pegawai bagian keuangan di Kantor Pemerintah DaerahData yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan langsung kepada pegawai bagian keuangan di Kantor Pemerintah Daerah
UKIPUKIP Untuk mengatasi kendala ini, BPKAD menerapkan pelatihan pegawai, penguatan pengawasan, serta kolaborasi dengan instansi terkait guna meningkatkan kualitasUntuk mengatasi kendala ini, BPKAD menerapkan pelatihan pegawai, penguatan pengawasan, serta kolaborasi dengan instansi terkait guna meningkatkan kualitas
UKIPUKIP Peningkatan signifikan pada skor pretest dan posttest serta analisis statistik yang menunjukkan nilai p < 0,05 menegaskan keberhasilan program. FaktorPeningkatan signifikan pada skor pretest dan posttest serta analisis statistik yang menunjukkan nilai p < 0,05 menegaskan keberhasilan program. Faktor
UKIPUKIP Penggunaan Teknologi Informasi (TI) sebagai media pembelajaran sudah merupakan suatu tuntutan. Walaupun perancangan media berbasis TI memerlukan keahlianPenggunaan Teknologi Informasi (TI) sebagai media pembelajaran sudah merupakan suatu tuntutan. Walaupun perancangan media berbasis TI memerlukan keahlian
Useful /
UKIPUKIP Metode penelitian yang digunakan adalah Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan melibatkan 97 UMKM sebagai sampel. Hasil penelitianMetode penelitian yang digunakan adalah Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan melibatkan 97 UMKM sebagai sampel. Hasil penelitian
BINAMANDIRIBINAMANDIRI Penelitian ini menganalisis faktor‑faktor yang mendorong proliferasi sekolah menengah baru selama era zonasi serta mengidentifikasi peluang dan tantanganPenelitian ini menganalisis faktor‑faktor yang mendorong proliferasi sekolah menengah baru selama era zonasi serta mengidentifikasi peluang dan tantangan
IAINGAWIIAINGAWI Artikel ini membahas , dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi harga dan kebijakan yang dapat mengatasinya. Berdasarkan tinjauan literatur,Artikel ini membahas , dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi harga dan kebijakan yang dapat mengatasinya. Berdasarkan tinjauan literatur,
IAINGAWIIAINGAWI Selain itu, di Pasar Keputran, penataan pasar tidak sesuai dengan aturan yang ditentukan, pedagang memilih berjualan di lantai pertama yang mereka rasaSelain itu, di Pasar Keputran, penataan pasar tidak sesuai dengan aturan yang ditentukan, pedagang memilih berjualan di lantai pertama yang mereka rasa