UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Sungai merupakan tempat yang paling baik untuk melakukan pengamatan dari pencemaran logam berat pada sedimen yang terkandung didalamnya. Kegiatan industri pada daerah aliran sungai yang melibatkan penggunaan logam berat seperti industri tekstil, pelapisaan logam, cat/tinta warna, percetakan, bahan agrokimia. Penggunaan Geoaccumulation index (Ige) merupakan salah satu metode untuk mengukur besaran kadar logam berat pada Sedimen dan tingkat pencemaran logam berat dalam sedimen. Tujuan penelitian untuk kadar logam berat pada Sedimen DAS Deli dan mengetahui tingkat pencemaran logam berat pada sedimen Sungai Deli. Sampel diambil pada 5 titik sesuai dengan koordinat yang dilakukan pada Sungai Deli di bagian hilir. Hasil penelitian kualitas Sedimen daerah Aliran Sungai Deli dalam katagori kelas 0 sampai kelas 2 bahwa kualitas sedimen tidak tercemar hingga tercemar sedang oleh logam timbal (Pb). Nilai akumulasi dari Logam Seng (Zn) Sebesar 0.712019 sampai 1.519374.( 0 ≤ Ige ≤ 2 ) Menunjukan sedimen daerah aliran sungai Deli dalam katagori kelas 1 sampai kelas 2 bahwa kualitas sedimen tercemar ringan hingga tercemar sedang. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan untuk sedimen sungai Deli berada dalam katagori kelas 1 sampai kelas 2 dengan kualitas sedimen tidak tercemar hingga tercemar sedang oleh logam Pb dan Zn.

Indeks geoakumulasi logam berat timbal (Pb) di sedimen Sungai Deli berkisar antara -1.827819, yang menunjukkan kualitas sedimen berada pada kelas 0 hingga kelas 2, yaitu tidak tercemar hingga tercemar sedang oleh Pb.Sedimen Sungai Deli termasuk dalam kategori kelas 1 hingga kelas 2, dengan kualitas tidak tercemar hingga tercemar sedang oleh logam Pb dan Zn.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji variasi temporal konsentrasi logam berat dengan melakukan survei berulang pada berbagai musim untuk menilai fluktuasi pencemaran di Sungai Deli; selanjutnya, kajian dapat diperluas dengan menambahkan analisis logam berat lainnya seperti kadmium (Cd) dan merkuri (Hg) serta mengevaluasi bioakumulasi pada organisme akuatik untuk memahami dampak ekologi yang lebih komprehensif; terakhir, studi intervensi dapat difokuskan pada uji efektivitas teknik remediasi alami seperti penggunaan tanaman bakau (mangrove) dalam mengurangi konsentrasi logam berat di sedimen, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi upaya rehabilitasi lingkungan sungai.

Read online
File size604.26 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test