UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Salah satu unsur penting dalam budidaya pertanian adalah benih. Penggunaan benih unggul dapat menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya pertanian. Tercatat bahwa pada dua tahun terakhir produksi jagung di kecamatan Taebenu mengalami peningkatan. Salah satu faktor yang menyebabkan adanya peningkatan produksi jagung di Kecamatan Taebenu adalah adanya bantuan benih melalui program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bantuan benih jagung, produksi dan pendapatan sebelum dan setelah adanya program bantuan benih, dan signifikansi perbedaan produksi dan pendapatan jagung sebelum dan setelah program bantuan benih. Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai 51 sampel petani responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, mencari nilai rata-rata produksi dan pendapatan, dan menarasikan karakteristik bantuan benih. Hasil penelitian menunjukan bahwa bantuan benih jagung melalui program TJPS yang diterima petani berupa benih jagung varietas hibrida dengan daya tumbuh 80-85% sebanyak 30 Kg/kelompok tani yang disalurkan satu kali setiap periode tanam jagung. Bantuan ini didistribusikan melalui kelompok tani lalu dibagikan ke masing-masing anggota sesuai luas lahan yang diusahakan. Bantuan TJPS ini berdampak positif bagi produksi dan pendapatan petani. Setelah adanya bantuan benih rata-rata produksi meningkat sebesar 2.856,86 (19,7%) kg dari sebelumnya dan pendapatan meningkat sebesar Rp 7.353.956,9 (59,7%) dari sebelumnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa program bantuan benih jagung TJPS berdampak positif bagi produksi dan pendapatan petani.Rata-rata produksi sebelum adanya program TJPS adalah 2.292,16 kg dan rata-rata produksi sesudah adanya program TJPS adalah 2.856,86 kg, yang menunjukkan peningkatan produksi setelah menerima bantuan.Rata-rata pendapatan sebelum program TJPS adalah Rp 2.577,6 dan sesudah program TJPS adalah Rp 7.Terdapat perbedaan yang signifikan antara produksi dan pendapatan petani sebelum dan sesudah adanya program TJPS.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan program bantuan benih, seperti kualitas irigasi, akses terhadap pupuk, dan pengetahuan petani mengenai teknik budidaya jagung yang optimal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis efisiensi penggunaan benih unggul varietas hibrida, termasuk perbandingan dengan varietas lokal dalam berbagai kondisi lingkungan dan praktik pertanian. Ketiga, penting untuk menginvestigasi dampak jangka panjang dari program TJPS terhadap keberlanjutan produksi jagung, termasuk perubahan pola tanam, kesehatan tanah, dan keragaman hayati. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan dan program pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan petani jagung di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dengan memahami secara mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program bantuan benih, diharapkan dapat dirancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat petani.

Read online
File size323.29 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test