UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Presiden Republik Indonesia telah meluncurkan core values (nilai-nilai dasar) ASN BerAKHLAK. Nilai-nilai dasar BerAKHLAK menjadi dasar penguatan budaya kerja di instansi pemerintah untuk mendukung pencapaian kinerja individu dan tujuan instansi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai hambatan dan mengidentifikasi cara yang efektif menerapkan budaya kerja BerAKHLAK yang berdampak pada pencapaian kinerja individu dan tujuan instansi. Melalui studi kasus di Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, dilakukan analisis faktor pendukung dan penghambat penguatan budaya organisasi. Temuan menunjukkan bahwa faktor penghambat dan faktor pendukung penguatan budaya organisasi telah dinilai dalam pembangunan zona integritas khususnya pada area perubahan manajemen perubahan. Semakin tinggi pemenuhan nilai pada area perubahan manajemen perubahan, maka faktor penghambat penguatan budaya organisasi dapat dihilangkan dan faktor pendukung penguatan budaya organisasi dapat diimplementasikan. Dengan begitu, penguatan budaya kerja BerAKHLAK dapat diwujudkan melalui pembangunan Zona Integritas.

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa reformasi birokrasi, khususnya pembangunan zona integritas, memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan budaya kerja BERAKHLAK, kinerja organisasi, dan kualitas pelayanan publik.Untuk meningkatkan budaya kerja, pembangunan zona integritas membutuhkan komitmen manajemen yang dinilai, keteladanan pimpinan, dan program perubahan dari agen perubahan.Penelitian menunjukkan bahwa pemimpin yang menunjukkan contoh dalam menerapkan budaya kerja BERAKHLAK membantu seluruh staf menerapkannya.Dengan program perubahannya, agen perubahan dapat menjadi motor penggerak penerapan budaya kerja baru dan inovasi untuk meningkatkan kinerja.Selain itu, untuk memastikan penerapan budaya kerja dalam pekerjaan sehari-hari, komitmen manajemen sangat penting.Secara keseluruhan, penelitian ini meningkatkan pemahaman kita tentang penguatan budaya kerja melalui reformasi birokrasi dan pembangunan ZI.Untuk menilai area perubahan manajemen perubahan pembangunan ZI, faktor pendukung dan penghambat penguatan budaya kerja dimasukkan.Ini menunjukkan bahwa area perubahan manajemen perubahan memiliki banyak nilai yang menunjukkan penguatan budaya kerja.

Untuk memperkuat budaya kerja BerAKHLAK, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai strategi. Pertama, perlu ada komitmen kuat dari manajemen puncak untuk menjadi role model dalam menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK. Kedua, pengembangan sistem dan teknologi yang mendukung budaya kerja adaptif dan inovatif sangat penting. Ketiga, agen perubahan harus terus mengembangkan program perubahan yang terintegrasi dengan sistem manajemen, sehingga dapat mendorong inovasi dan peningkatan kinerja. Dengan menggabungkan ketiga strategi ini, pembangunan zona integritas dapat menjadi katalisator yang efektif dalam memperkuat budaya kerja BerAKHLAK dan meningkatkan kinerja organisasi.

Read online
File size136.19 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test