INABJINABJ

The Indonesian Biomedical JournalThe Indonesian Biomedical Journal

Latar belakang: Polimorfisme APOA2–265 T>C secara signifikan memengaruhi metabolisme lipid dan komposisi tubuh, serta berperan kunci dalam penyakit kardiovaskular (CVD) dan sindrom metabolik. Penelitian ini meneliti hubungan antara polimorfisme APOA2, profil lipid, komposisi tubuh, dan risiko CVD pada populasi Indonesia sehat. Metode: Sebuah studi cross‑sectional dengan 84 partisipan sehat di Depok melibatkan genotipe PCR‑RFLP untuk polimorfisme rs5082, pengukuran plasma APOA2 dan APOB100 melalui ELISA, serta evaluasi profil lipid dan persentase lemak tubuh. Hasil: Individu dengan genotype CT/CC menunjukkan tingkat plasma APOA2 lebih rendah dan rasio APOB100/APOA2 lebih tinggi dibandingkan dengan genotype TT. Meskipun perbedaan profil lipid dan persentase lemak tidak signifikan setelah koreksi, tren menunjukkan kemungkinan peningkatan kadar kolesterol total dan LDL pada genotype TT serta persentase lemak tubuh median lebih tinggi pada genotype CT/CC. Kesimpulan: Polimorfisme APOA2–265 T>C berhubungan dengan perubahan profil lipid dan komposisi tubuh yang dapat meningkatkan risiko CVD pada genotype CT/CC, namun ukuran sampel terbatas mengurangi kekuatan temuan. Penelitian lebih lanjut dengan populasi besar diperlukan untuk memvalidasi hasil ini dan mengeksplorasi implikasinya secara klinis.

Polimorfisme APOA2–265 T>C berkorelasi dengan variasi pada profil lipid dan komposisi tubuh, yang dapat menambah risiko penyakit kardiovaskular pada individu dengan genotype CT/CC.Karena ukuran sampel kecil, pemanfaatan genotyping APOA2 sebagai alat stratifikasi risiko klinis masih belum pasti.Penelitian lanjutan dengan populasi besar dan heterogen diperlukan untuk mengonfirmasi temuan dan menilai signifikansi klinisnya.

Penelitian berikutnya dapat mengkaji interaksi antara polimorfisme APOA2–265 T>C dengan pola diet, khususnya konsumsi lemak jenuh, untuk menentukan apakah asupan lemak dapat memodulasi efek genotype pada profil lipid; serta menilai dampak jangka panjang pola lipid dan risiko kardiovaskular melalui studi longitudinal pada populasi Indonesia yang lebih besar dan beragam; dan terakhir, meneliti kombinasi polimorfisme genetik lain (misalnya APOE, PCSK9) dalam analisis risiko komprehensif guna mengidentifikasi subkelompok populasi yang memiliki risiko tinggi dan dapat ditargetkan intervensi preventif.

  1. APOA2 Polymorphism in Relation to Obesity and Lipid Metabolism - Zaki - 2013 - Cholesterol - Wiley Online... doi.org/10.1155/2013/289481APOA2 Polymorphism in Relation to Obesity and Lipid Metabolism Zaki 2013 Cholesterol Wiley Online doi 10 1155 2013 289481
  2. APOA2–265 T>C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with Lipid Profiles and Cardiovascular... doi.org/10.18585/inabj.v17i3.3472APOA2Ae265 T C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with Lipid Profiles and Cardiovascular doi 10 18585 inabj v17i3 3472
Read online
File size948.67 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test