JIECRJIECR

Journal of Innovation in Educational and Cultural ResearchJournal of Innovation in Educational and Cultural Research

Manajemen pendidikan maritim memainkan peran krusial dalam memastikan kadet siap menghadapi industri maritim melalui pembelajaran praktis di kapal pelatihan. Penelitian ini meneliti bagaimana pembelajaran praktis pada kapal pelatihan—seperti KL Husni Thamrin, KL Bung Tomo, KL Malahayati, KL Laksamana Muda John Lie, KL Sultan Hasanudin, KL Frans Kaisepo, dan KL Barombong—menutupi kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan pengalaman dunia nyata. Kadet diberikan pengalaman langsung dalam navigasi, penanganan kapal, dan simulasi keadaan darurat, sesuai standar internasional organisasi IMO. Pendekatan praktis ini mengembangkan kompetensi teknis dan non-teknis yang esensial bagi industri maritim. Temuan menunjukkan bahwa kadet yang mengikuti pelatihan di kapal menunjukkan peningkatan 30 % dalam kesadaran situasional dan pengambilan keputusan serta peningkatan 20 % dalam kerja tim dan kemampuan komunikasi dibandingkan dengan yang hanya menggunakan simulator. Sebanyak 95 % kadet melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam manuver kapal, dan akurasi navigasi meningkat 25 % setelah pelatihan praktis. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kondisi cuaca, dan biaya operasional tinggi menuntut manajemen yang efisien dan strategi pengajaran inovatif. Artikel ini mengeksplorasi aspek-aspek tersebut dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan maritim bagi pengalaman pembelajaran di kapal. Penelitian menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan dalam kerangka kerja manajemen pendidikan maritim, dengan kolaborasi industri dan penerapan metode pengajaran inovatif.

Manajemen pendidikan maritim dalam pembelajaran praktis di kapal pelatihan sangat penting bagi persiapan kadet untuk industri maritim global.Kapal pelatihan menyediakan pengalaman langsung yang melengkapi pengetahuan teoritis, namun keberhasilan pelatihan tergantung pada manajemen yang efektif, perencanaan cermat, alokasi sumber daya, dan integrasi standar internasional.Kendala seperti keterbatasan sumber daya, kondisi cuaca, dan biaya operasional tinggi dapat diatasi melalui strategi inovatif, model pelatihan hibrid, dan peningkatan penggunaan teknologi simulasi.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang pengalaman di kapal pelatihan terhadap perkembangan karier kadet, dengan menanyakan: bagaimana pengalaman praktis memengaruhi penerimaan kerja dan tanggung jawab senior di sektor maritim? Selain itu, studi intervensi dapat mengevaluasi model pelatihan hibrid, bertanya: apakah kombinasi simulasi dan pelatihan di kapal meningkatkan kompetensi teknis dan soft skill lebih efektif dibandingkan metode tunggal? Terakhir, penelitian lintas budaya dapat mengeksplorasi variasi standar pelatihan di institusi maritim di berbagai negara, dengan bertanya: bagaimana keselarasan standar lokal dengan pedoman IMO memengaruhi konsistensi kompetensi kadet di pasar global?.

  1. Management of Maritime Education in Practical Learning on Training Ships: Case Study of Cadets in Navigation... jiecr.org/index.php/jiecr/article/view/1990Management of Maritime Education in Practical Learning on Training Ships Case Study of Cadets in Navigation jiecr index php jiecr article view 1990
Read online
File size197.17 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test