IKMEDIAIKMEDIA

Jurnal Ilmiah Pengabdian dan InovasiJurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi

Kemampuan berbicara dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMA seringkali dipandang sebagai kompetensi yang diukur, bukan sebagai pengalaman yang bermakna. Hal ini menyebabkan siswa kurang percaya diri, cemas, dan kurang terlibat dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif siswa SMA terhadap pelatihan storytelling berbasis teks sastra sebagai metode pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 32 siswa kelas XI dari sebuah SMA Negeri di Semarang. Data dikumpulkan melalui angket terbuka, diskusi fokus kelompok, dan jurnal refleksi siswa. Analisis tematik induktif menghasilkan empat tema utama: (1) storytelling sebagai ruang ekspresi diri yang aman, (2) teks sastra sebagai jembatan budaya yang relevan, (3) pergeseran motivasi dari kewajiban menjadi kesenangan, dan (4) kesadaran baru akan seni bertutur. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan storytelling berbasis teks sastra tidak hanya meningkatkan keterampilan linguistic, tetapi juga transformasi afektif, budaya, motivasional, dan estetis. Penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan ruang belajar yang aman, kolaboratif, dan bermakna dalam pembelajaran speaking.

Pelatihan storytelling berbasis teks sastra memberikan pengalaman belajar yang positif bagi siswa SMA dalam pembelajaran bahasa Inggris.Program ini membantu siswa merasa lebih percaya diri, terlibat secara emosional, dan termotivasi secara intrinsik dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana ekspresi diri.Storytelling menciptakan ruang belajar yang lebih aman, komunikatif, dan bermakna dibandingkan pembelajaran speaking konvensional.Rekomendasi yang diajukan adalah mengintegrasikan storytelling sebagai komponen reguler pembelajaran berbicara, mempertimbangkan relevansi budaya lokal dalam pemilihan teks sastra, melakukan evaluasi program secara kualitatif, dan merancang ruang-ruang aman untuk bereksperimen dengan bahasa dalam setiap sesi pembelajaran.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan intervensi yang lebih panjang dan melibatkan konteks yang beragam, termasuk sekolah di wilayah pedesaan dan dengan sumber daya terbatas. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan teks sastra dari berbagai budaya, termasuk sastra Nusantara dalam versi bilingual. Penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi untuk menciptakan ruang belajar yang aman dan kolaboratif dalam pembelajaran speaking, serta mengukur dampak jangka panjang storytelling terhadap perkembangan speaking skill siswa.

  1. Storytelling as an Educational Tool to Improve Language Acquisition: A Review of the Literature | JOURNAL... rjupublisher.com/ojs/index.php/JDLDE/article/view/227Storytelling as an Educational Tool to Improve Language Acquisition A Review of the Literature JOURNAL rjupublisher ojs index php JDLDE article view 227
  2. Factors Affecting Students’ English Speaking Performance in Classroom Participation | Andriani... doi.org/10.30596/jppp.v5i2.20470Factors Affecting StudentsAo English Speaking Performance in Classroom Participation Andriani doi 10 30596 jppp v5i2 20470
  3. BORJU:Borneo Educational Journal. ver storytelling english language learning boosting confidence discourse... jurnal.fkip-uwgm.ac.id/index.php/Borju/article/view/1895BORJU Borneo Educational Journal ver storytelling english language learning boosting confidence discourse jurnal fkip uwgm ac index php Borju article view 1895
Read online
File size326.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test