JIECRJIECR

Journal of Innovation in Educational and Cultural ResearchJournal of Innovation in Educational and Cultural Research

Batik merupakan bagian dari warisan budaya tak benda Indonesia yang kaya akan keragaman etnis dan tradisi lokal. Batik tidak hanya merepresentasikan hikmah lokal, tetapi juga identitas budaya dan warisan mulia yang diturunkan dari generasi sebelumnya. Sebagai bagian integral dari budaya nasional, batik memiliki berbagai motif regional, seperti Cirebon, Banyumas, dan Pekalongan, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda kemanusiaan. Motif batik yang rumit mengandung makna filosofis dan nilai-nilai nasional dan kewarganegaraan, sehingga penting untuk melestarikan dan melindunginya. Upaya pelestarian ini sejalan dengan mandat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, yang menekankan peran pendidikan dalam mengembangkan potensi siswa dan membentuk peradaban nasional yang bermartabat untuk mendorong kemajuan intelektual. Pendidikan dasar memainkan peran strategis dalam memperkenalkan seni budaya, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022, Pasal 40 Ayat 2, yang menjadikan seni budaya sebagai komponen wajib dalam kurikulum. Namun, analisis kebutuhan menunjukkan bahwa pendidikan batik masih menghadapi keterbatasan, terutama dalam ketersediaan media instruksional alternatif. Dalam praktik kelas, pembelajaran sering kali terbatas pada tahap awal dan jarang mencapai penyelesaian karya penuh. Pendekatan instruksional cenderung bergantung pada ceramah guru atau demonstrasi sederhana. Akibatnya, antusiasme siswa rendah, dan berdasarkan analisis catatan penilaian guru, hanya 33,3% siswa mencapai skor di atas tingkat penguasaan minimum.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media POBALIS LIDI, yang mengintegrasikan alat fisik dengan panduan interaktif digital dan pameran virtual, terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan penguasaan siswa dalam pembuatan batik.Media ini mengatasi keterbatasan media instruksional konvensional dan meningkatkan keterlibatan serta pemahaman siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini mampu meningkatkan kompetensi siswa di atas standar yang diharapkan, dengan rata-rata skor mencapai 81,91, melebihi ambang batas kompetensi minimum sebesar 76.Temuan ini mendukung teori Vygotsky tentang scaffolding dan Mayer tentang Cognitive Theory of Multimedia Learning.Penelitian ini berkontribusi pada inovasi pendidikan dengan memperkenalkan media pembelajaran yang berakar pada budaya dan dapat diterapkan pada mata pelajaran tradisional atau vokasional lainnya.Namun, tantangan tetap ada terkait akses alat fisik dan kesiapan guru.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa media POBALIS LIDI berhasil memenuhi tujuan penelitian, yaitu meningkatkan keterampilan pembuatan batik siswa kelas lima, seperti tercermin dalam skor penguasaan yang tinggi, keterlibatan kelas yang positif, dan pelaksanaan prosedural yang efektif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan kapasitas guru dalam memanfaatkan media digital dan memperluas fitur interaktif media POBALIS LIDI untuk mendukung pembelajaran yang lebih bermakna. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengadaptasi media ini untuk motif batik atau teknik batik lainnya yang memerlukan penguasaan prosedural dan konteks budaya. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi pada pelestarian batik sebagai warisan budaya Indonesia dan membuat proses pembelajaran lebih menarik bagi generasi digital.

  1. POBALIS LIDI Media Integrated with a Digital Interactive Guide for Batik Learning Mastery | Sugiantoro... jiecr.org/index.php/jiecr/article/view/2724POBALIS LIDI Media Integrated with a Digital Interactive Guide for Batik Learning Mastery Sugiantoro jiecr index php jiecr article view 2724
Read online
File size1.39 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test