STTSSTTS

INSYST: Journal of Intelligent System and ComputationINSYST: Journal of Intelligent System and Computation

Penelitian ini melakukan analisis komparatif menyeluruh terhadap empat metode optimasi arsitektur jaringan saraf: Algoritma Genetika (GA), Pencarian Acak, Pencarian Grid, dan Pencarian Adaptif. Menggunakan dataset MNIST digits, evaluasi sistematis dilakukan berdasarkan akurasi, efisiensi komputasi, dan kompleksitas arsitektur. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Algoritma Genetika mencapai akurasi tertinggi sebesar 98,33%, sementara Pencarian Grid menunjukkan efisiensi komputasi dengan waktu eksekusi tercepat hanya 31,06 detik. Pencarian Acak dan Pencarian Adaptif menunjukkan kinerja yang kompetitif dengan akurasi masing-masing 97,78% dan 97,22%, dengan kebutuhan komputasi yang bervariasi. Studi ini mengungkapkan bahwa arsitektur yang lebih sederhana dengan satu atau dua lapisan sering kali memberikan kinerja yang sebanding dengan struktur yang lebih kompleks, menantang asumsi umum bahwa jaringan yang lebih dalam selalu menghasilkan hasil yang lebih baik. Algoritma Genetika konvergen ke arsitektur optimal dengan satu lapisan dan 119 neuron dengan aktivasi ReLU, sedangkan Pencarian Adaptif mengeksplorasi solusi yang lebih kompleks dengan tiga lapisan. Penelitian ini mengidentifikasi hubungan non-linear antara peningkatan akurasi dan biaya komputasi, menunjukkan bahwa peningkatan investasi komputasi yang signifikan mungkin menghasilkan pengembalian yang menurun dalam peningkatan kinerja. Pola konvergensi dari setiap metode memberikan wawasan tambahan, dengan GA menunjukkan perbaikan yang stabil di seluruh generasi sementara Pencarian Acak mencapai penemuan awal solusi yang baik. Temuan-temuan ini berkontribusi pada pemahaman teoritis dan aplikasi praktis dari optimasi jaringan saraf, menawarkan wawasan yang berharga tentang trade-off antara metode dan panduan praktis untuk memilih strategi optimasi arsitektur yang sesuai berdasarkan persyaratan akurasi dan batasan komputasi yang spesifik.

Analisis komparatif yang komprehensif ini telah menghasilkan wawasan berharga tentang kekuatan relatif dan aplikasi praktis dari metode optimasi arsitektur jaringan saraf.Studi ini menunjukkan bahwa pemilihan metode harus dipandu oleh persyaratan proyek yang spesifik, batasan sumber daya, dan tujuan kinerja.Hasil empiris dari studi komparatif kami mengungkapkan beberapa wawasan signifikan tentang optimasi arsitektur jaringan saraf.Analisis kami menunjukkan efektivitas arsitektur yang lebih sederhana dalam mencapai kinerja yang unggul, menantang asumsi yang berlaku tentang kompleksitas arsitektur.Studi ini menemukan variasi yang signifikan dalam efisiensi komputasi di antara metode yang berbeda, dengan Pencarian Grid menunjukkan kecepatan yang luar biasa sambil mempertahankan akurasi yang kompetitif.Kami juga mengamati fenomena menarik di mana metode optimasi yang berbeda konvergen ke solusi arsitektur yang serupa, menunjukkan adanya daerah optimal di ruang arsitektur.Selain itu, hubungan antara peningkatan akurasi dan biaya komputasi terbukti non-linear, menunjukkan bahwa peningkatan investasi komputasi yang signifikan mungkin menghasilkan pengembalian yang menurun dalam peningkatan kinerja.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara kompleksitas arsitektur dan kinerja, terutama dalam konteks klasifikasi digit. Studi ini dapat membantu memahami batasan dan potensi arsitektur yang lebih sederhana dalam tugas-tugas tertentu. Kedua, penelitian yang berfokus pada optimasi arsitektur untuk tugas-tugas yang lebih kompleks, seperti pengenalan objek atau pemrosesan bahasa alami, dapat memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana metode optimasi ini dapat diterapkan dalam skenario yang lebih menantang. Terakhir, penelitian yang menyelidiki integrasi teknik pembelajaran mesin otomatis dengan pencarian arsitektur, seperti yang ditunjukkan oleh Zhou et al., dapat membuka jalan untuk pengembangan metode optimasi yang lebih efisien dan adaptif. Dengan menggabungkan teknik-teknik ini, kita dapat mencapai keseimbangan yang lebih baik antara kinerja dan efisiensi komputasi dalam optimasi arsitektur jaringan saraf.

  1. Comparative Analysis of Neural Network Architecture Optimization: A Study on Genetic Algorithm, Random... doi.org/10.52985/insyst.v7i1.409Comparative Analysis of Neural Network Architecture Optimization A Study on Genetic Algorithm Random doi 10 52985 insyst v7i1 409
Read online
File size522.31 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test