PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING

Prospect: Jurnal Pemberdayaan MasyarakatProspect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat

Program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di Desa Air Anyir merupakan upaya kolaboratif antara PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung Sektor Pembangkitan PLTU 3 Babel dengan masyarakat dan pemerintah desa dalam menjawab tantangan lingkungan dan ketahanan pangan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah pengelolaan sampah yang belum optimal dan penurunan produktivitas pertanian akibat degradasi lahan. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan melibatkan Focus Group Discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan lintas sektor. Hasil implementasi program meliputi pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ternak dan budi daya maggot, serta pengolahan limbah FABA menjadi pupuk organik (PUFA) untuk pertanian. Selain itu, terdapat penguatan ekonomi melalui pengembangan peternakan bebek dan UMKM perempuan pesisir. Program ini berdampak positif terhadap lingkungan dengan pengurangan limbah hingga 600 kg per bulan dan meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 47%. Kolaborasi antar kelompok juga memperkuat jejaring sosial desa, mendukung terciptanya ekosistem pemberdayaan berbasis ecovillage yang berkelanjutan.

Program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung Sektor Pembangkitan PLTU 3 Babel di Desa Air Anyir telah memberikan dampak yang signifikan, baik dari sisi lingkungan maupun sosial-ekonomi masyarakat.Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat seperti Kelompok FABA Kite Lestari, Kelompok Ternak Taret Jaya, Pokdarwis, dan UMKM, program ini berhasil membangun ekosistem pemberdayaan yang saling terhubung dan saling menguatkan.Salah satu capaian nyata dari program ini adalah pengurangan limbah organik sebesar 600 kg per bulan, termasuk di dalamnya 17 kg limbah makanan rumah sakit yang dimanfaatkan setiap minggu untuk budi daya maggot sebagai pakan bebek.Upaya ini tidak hanya berdampak langsung terhadap pengurangan sampah dan pencemaran lingkungan, tetapi juga berhasil menanamkan kesadaran baru di tengah masyarakat mengenai nilai ekonomis dari pengelolaan limbah.Dari sisi ekonomi, program ketahanan pangan berbasis peternakan turut meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan.Anggota Kelompok Taret Jaya, yang sebelumnya mengandalkan hasil tangkapan laut dengan penghasilan rata-rata Rp1.000 per bulan, kini mengalami peningkatan pendapatan menjadi Rp2.000 per bulan setelah terlibat dalam program peternakan bebek dan produksi pakan mandiri.000 per bulan atau sekitar 47% ini mencerminkan keberhasilan program dalam menyediakan alternatif sumber penghidupan yang lebih stabil dan berkelanjutan.Selain itu, pemanfaatan limbah industri seperti FABA yang dicampur dengan kotoran ternak untuk dijadikan pupuk organik (PUFA) mendukung praktik pertanian ramah lingkungan, meningkatkan hasil pertanian seperti cabai, dan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.Kolaborasi antar kelompok masyarakat yang terjalin juga telah memperkuat jaringan sosial dan mempercepat pemanfaatan sumber daya lokal secara terpadu.Dari limbah pariwisata yang dimanfaatkan sebagai maggot oleh Pokdarwis, hingga limbah ternak yang digunakan oleh kelompok tani untuk pupuk, seluruh elemen masyarakat saling terhubung dalam siklus pemberdayaan yang terintegrasi.Melalui program ini, Desa Air Anyir menunjukkan transformasi menuju desa mandiri dan berkelanjutan, selaras dengan semangat pengembangan ecovillage yang menekankan keseimbangan antara aspek ekologis, ekonomi, dan sosial.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis dampak jangka panjang dari program ecovillage terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial-ekonomi di Desa Air Anyir. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah dampak positif yang telah dicapai dapat dipertahankan dan ditingkatkan, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang untuk pengembangan ecovillage di masa depan. 2. Meneliti dan mengembangkan model kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam konteks ecovillage. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana kolaborasi tersebut dapat dioptimalkan, diperluas, dan diterapkan di desa-desa lain dengan tantangan serupa. 3. Mengkaji dan merekomendasikan strategi-strategi inovatif dalam pengelolaan limbah industri, khususnya FABA, untuk mendukung praktik pertanian ramah lingkungan dan meningkatkan ketahanan pangan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi-potensi baru dalam pemanfaatan limbah industri untuk pertanian berkelanjutan.

  1. Application of Participatory Rural Appraisal (PRA) Techniques in Waste Problems in Sukamanis Village... journal.formosapublisher.org/index.php/jpmb/article/view/2111Application of Participatory Rural Appraisal PRA Techniques in Waste Problems in Sukamanis Village journal formosapublisher index php jpmb article view 2111
  2. Ecovillage-Based Empowerment: A Collaborative Approach to Waste Management and Food Security in Air Anyir... doi.org/10.55381/jpm.v4i2.489Ecovillage Based Empowerment A Collaborative Approach to Waste Management and Food Security in Air Anyir doi 10 55381 jpm v4i2 489
Read online
File size606.38 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test