POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

KIAKIA

Labor pada fase aktif sering disertai rasa sakit dan kecemasan, yang dapat memperpanjang proses dan memengaruhi hasil. Penelitian kuasi-eksperimental ini membandingkan efek latihan pernapasan dalam-dalam (DBR) dan bola melahirkan (BB) pada kecemasan, ambang rasa sakit, dan durasi fase aktif pada 46 ibu hamil di Pringsewu, Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa kedua intervensi menurunkan rasa sakit dan kecemasan, namun BB lebih efektif mengurangi durasi fase aktif (243,5 ± 31,1 menit dibanding 274,3 ± 29,3 menit) dan meningkatkan kepuasan ibu (34,2 ± 3,7 dibanding 31,3 ± 3,1). BB dan DBR dapat menjadi alternatif nonfarmakologis yang aman dan terjangkau untuk meningkatkan hasil persalinan, khususnya di wilayah sumber daya terbatas.

Penggunaan BB dan DBR dapat menurunkan rasa sakit dan kecemasan selama proses persalinan, tetapi BB menunjukkan keunggulan dalam memperpendek durasi fase aktif dan meningkatkan kepuasan ibu.Implementasi kedua metode ini dalam praktik keperawatan intrapartum dapat meningkatkan pengalaman persalinan dan mengurangi kebutuhan intervensi medis.Penelitian lebih lanjut dengan desain acak dan populasi lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi apakah kombinasi BB dan DBR secara simultan dapat lebih mengoptimalkan hasil persalinan dengan meneliti efek jangka panjangnya pada kesehatan ibu dan bayi, serta memeriksa bagaimana intervensi ini dapat disesuaikan dengan budaya dan preferensi lokal; pendekatan multi‑center dapat memperluas generalisasi temuan; serta studi kualitatif dapat menilai persepsi perempuan dan persepsi profesional kesehatan terhadap keberlanjutan dan penerimaan BB dan DBR dalam praktik klinik.

Read online
File size542.46 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test