UIN WALISONGOUIN WALISONGO

AL-ARBAH: Journal of Islamic Finance and BankingAL-ARBAH: Journal of Islamic Finance and Banking

Tujuan – Faktor diferensial yang memengaruhi akses dan penggunaan layanan keuangan di daerah pedesaan dan perkotaan di Afrika Selatan diperiksa dalam studi ini, menyoroti tantangan berbeda yang dihadapi setiap populasi. Metode – Berdasarkan data survei FinScope di sembilan provinsi Afrika Selatan dari 2012 hingga 2017, regresi logistik bilangan biner digunakan untuk menyelidiki bagaimana berbagai faktor memengaruhi inklusi keuangan. Hasil – Temuan menunjukkan perbedaan mencolok antara daerah pedesaan dan perkotaan. Penduduk pedesaan lebih mungkin menghadapi hambatan terkait isolasi geografis, ukuran rumah tangga yang lebih besar, tingkat pendidikan yang lebih rendah dan jarak yang lebih jauh dari lembaga keuangan. Sebaliknya, penduduk perkotaan mendapat keuntungan dari kedekatan layanan, namun disparitas dalam penggunaan layanan keuangan tetap ada, terutama terkait gender, status pekerjaan dan persepsi biaya perbankan. Implikasi – Hasil menekankan bahwa strategi inklusi keuangan tidak dapat diterapkan secara seragam di daerah pedesaan dan perkotaan. Intervensi yang ditargetkan diperlukan untuk mengatasi hambatan spesifik yang dihadapi oleh setiap kelompok. Originalitas – Keaslian studi ini terletak pada kerangka kerja terintegrasi yang menanalisis secara bersamaan faktor tradisional dan faktor baru, memberikan pemahaman holistik tentang penggunaan layanan keuangan di Afrika Selatan.

Penggunaan layanan keuangan di Afrika Selatan dipengaruhi secara signifikan oleh lokasi geografis, tingkat pendidikan, stabilitas pendapatan, gender, dan jarak ke fasilitas keuangan.Di daerah pedesaan, jarak yang lebih jauh dari lembaga keuangan mengurangi kemungkinan memiliki rekening bank, mengakses kredit dan menggunakan asuransi, sementara di daerah perkotaan faktor-faktor lain seperti biaya perbankan dan perilaku penarikan dana memiliki dampak lebih besar.Kebijakan inklusi keuangan harus menyesuaikan terhadap context lokal, mengutamakan peningkatan infrastruktur digital, literasi keuangan, dan kemudahan biaya bagi kelompok rentan.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas program pameran satelit keuangan mobile di daerah pedesaan, meneliti hubungan antara literasi keuangan digital dan perilaku tabungan rural serta perkotaan, dan mengkaji dampak kebijakan penurunan biaya perbankan terhadap pencapaian target inklusi keuangan di wilayah yang berbeda.

  1. Rural–urban financial inclusion: Implications on the cost sustainability of microfinance lenders... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/mde.3498RuralyAAAeurban financial inclusion Implications on the cost sustainability of microfinance lenders onlinelibrary wiley doi 10 1002 mde 3498
Read online
File size661.49 KB
Pages46
DMCAReport

Related /

ads-block-test