POLTEKKES KEMENKES BENGKULUPOLTEKKES KEMENKES BENGKULU

JKRJKR

Asma adalah kelainan inflamasi kronik saluran napas yang menyebabkan sesak napas sehingga dalam keadaan klinis dapat terjadi penurunan saturasi oksigen. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan pada pasien asma untuk memaksimalkan ventilasi paru adalah latihan pernapasan diafragma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi nafas dalam dan posisi terhadap nilai saturasi oksigen dan frekuensi nafas pada pasien Asma. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group. Dalam penelitian ini sampel diambil menggunakan consecutive sampling dengan 15 orang dalam satu kelompok dan seluruh sampel penelitian adalah 30 orang. Pengukuran nilai SpO2 pasien dengan menggunakan oxymetri dan frekuensi nafas menggunakan stopwatch selama satu menit. Intervensi teknik nafas dalam dan pengaturan posisi dan setelah observasi selama 30 menit. Analisis yang digunakakan uji mann whitney. Hasil penelitian ada pengaruh intervensi nafas dalam dan posisi terhadap nilai SpO2 pasien asma (P Value = 0,001) dan ada pengaruh intervensi nafas dalam dan posisi terhadap nilai RR pasien asma (P Value = 0,001). Peningkatan kualitas hidup pasien asma dapat diwujudkan dengan penatalaksanaan asma yang tepat. Penatalaksanaan yang tepat diantaranya membuat fungsi paru mendekati nilai normal, mencegah kekambuhan penyakit hingga mencegah kematian.

Penelitian menunjukkan bahwa intervensi nafas dalam dan posisi secara signifikan meningkatkan saturasi oksigen serta menurunkan frekuensi nafas pada pasien asma.Hasil ini mendukung penggunaan latihan pernapasan diafragma dan penyesuaian posisi sebagai komponen penatalaksanaan asma.Intervensi ini dapat diterapkan dalam praktik klinis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien asma.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas latihan pernapasan diafragma dalam jangka panjang dengan memantau perubahan nilai SpO2 dan frekuensi nafas secara rutin selama sebulan. Selain itu, studi dapat membandingkan dua teknik posisi (semi-fowler vs. posisi bebas kaki) untuk menentukan strategi posisi optimal dalam meningkatkan oksigenasi pasien asma. Terakhir, analisis korelasi antara tingkat kepatuhan pasien terhadap latihan pernapasan dan peningkatan kualitas hidup dapat memberi wawasan praktis bagi perencanaan intervensi individual.

Read online
File size344.52 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test