UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

LITERA : Jurnal Bahasa Dan SastraLITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra

Grief diakui sebagai fenomena psikologis universal yang dipengaruhi oleh perbedaan individu dan variabel kontekstual seperti sifat kepribadian, latar belakang budaya, dan kedekatan relasional dengan yang meninggal. Penelitian ini menyelidiki ekspresi duka yang ditampilkan oleh Otto, protagonis film *A Man Called Otto* (2022), setelah kematian istrinya, Sonya. Dengan memanfaatkan kerangka *Modes of Expression* yang diusulkan oleh Corless et al. (2009), penelitian ini mengklasifikasikan respons duka Otto ke dalam empat kategori: verbal, non-verbal, fisik, dan perilaku. Metode kualitatif deskriptif dipakai, dengan data utama diekstrak dari narasi film dan naskahnya serta diverifikasi melalui sumber sekunder seperti artikel peer-reviewed dan teori terkait. Hasil menunjukkan bahwa ekspresi duka Otto melibatkan bahasa lisan, keheningan, ekspresi wajah, serta tindakan berulang menuju makam istrinya. Transisi dari isolasi emosional ke keterlibatan interpersonal mencerminkan sifat dinamis dan transformatif proses berduka. Penelitian ini berkontribusi pada literatur representasi psikologis dalam media visual, memberikan wawasan tentang bagaimana duka dapat diekspresikan melalui struktur naratif dan pengembangan karakter.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa duka yang dialami Otto di *A Man Called Otto* (2022) diekspresikan melalui empat Mode Ekspresi menurut Corless et al.respons verbal, non-verbal, respons fisik, dan aktivitas fisik.Respons verbal terlihat saat Otto berbagi kenangan istrinya, sementara respons non-verbal muncul melalui keheningan dan ekspresi non-verb lain.Respons fisik tercermin ketika tubuhnya terpaksa menanggapi emosi, dan aktivitas fisik terlihat lewat kunjungan berulang ke makam Sonya.Kombinasi keempat mode ini menunjukkan proses berduka yang unik dan evolutif, di mana setiap bentuk ekspresi—baik langsung maupun tidak langsung—berperan penting dalam membantu individu menavigasi kehilangan dan menemukan makna baru dalam hidup.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana budaya lokal mempengaruhi penggunaan setiap mode ekspresi duka, menanyakan apakah pola yang sama muncul dalam film-film berbudaya berbeda; selanjutnya dapat dilakukan studi longitudinal terhadap karakter serupa dalam serial televisi untuk melihat evolusi ekspresi duka dari waktu ke waktu; dan pada kesempatan terakhir, dapat diteliti dampak intervensi terapeutik berbasis media, seperti workshop analisis film, terhadap pengalaman berduka individu yang belum pernah mengikuti proses penutupan formal.

  1. Complicated Grief | New England Journal of Medicine. complicated grief england journal medicine save... doi.org/10.1056/NEJMcp1315618Complicated Grief New England Journal of Medicine complicated grief england journal medicine save doi 10 1056 NEJMcp1315618
  2. Storytelling increases oxytocin and positive emotions and decreases cortisol and pain in hospitalized... pnas.org/doi/full/10.1073/pnas.2018409118Storytelling increases oxytocin and positive emotions and decreases cortisol and pain in hospitalized pnas doi full 10 1073 pnas 2018409118
Read online
File size325.14 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test