STTMWCSTTMWC
HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenHAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenPluralisme agama di Indonesia menghadirkan tantangan serius bagi gereja dalam menjaga kesatuan internal sekaligus membangun relasi sosial yang harmonis. Ketegangan muncul antara komitmen terhadap eksklusivitas keselamatan dalam Kristus dan tuntutan toleransi dalam masyarakat majemuk. Sejumlah pendekatan teologis modern, khususnya pluralisme paradigmatik (John Hick dan Paul Knitter), cenderung menggeser kristosentrisme menuju teosentrisme, yang berpotensi merelativisasi identitas gereja. Studi ini mengidentifikasi adanya kekosongan sintesis teologis kontekstual Indonesia yang mampu menjembatani ketegangan tersebut. Dengan pendekatan teologi sistematis-kritis melalui analisis literatur dan sintesis konseptual berbasis eklesiologi tubuh Kristus (1 Korintus 12), penelitian ini menawarkan konsep Kesatuan Diferensial sebagai model respons eklesiologis. Model ini menegaskan bahwa kesatuan gereja tidak berarti uniformitas, melainkan harmonisasi perbedaan dalam kerangka kristosentris yang tetap terbuka secara sosial. Temuan ini berimplikasi pada penguatan identitas gereja, pengembangan teologi publik, dan praksis dialogis dalam konteks pluralisme Indonesia.
Studi ini menegaskan bahwa gereja di Indonesia menghadapi ketegangan nyata antara mempertahankan klaim Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan dan tuntutan untuk hidup dialogis dalam masyarakat plural.Model Kesatuan Diferensial menjawab pertanyaan penelitian tentang bagaimana gereja dapat tetap kristosentris tanpa kehilangan kemampuan berinteraksi secara sosial.Model ini menegaskan bahwa kesatuan gereja bukanlah uniformitas, melainkan harmonisasi perbedaan yang berakar pada Kristus sebagai Kepala.Diferensiasi anggota gereja merupakan bagian dari struktur ontologis tubuh Kristus, yang memungkinkan gereja menjaga identitas teologis sambil tetap terbuka terhadap interaksi sosial dan dialog antaragama.Dengan demikian, gereja dapat mempertahankan eksklusivitas Kristus secara normatif sekaligus mengimplementasikan inklusivisme sosial secara praksis.Kontribusi ilmiah dari studi ini terletak pada pengembangan konsep Kesatuan Diferensial sebagai sintesis eklesiologis yang mengintegrasikan eksklusivitas kristologis dan keterbukaan sosial dalam konteks pluralisme Indonesia.Model ini memperkaya diskursus teologi publik, memberikan kerangka normatif bagi praksis ekumenis, pemuridan berbasis identitas teologis, dan praktik Christian hospitality, serta menjadi alternatif konseptual terhadap pluralisme paradigmatik yang berisiko merelativisasi Kristus.
Saran penelitian lanjutan yang baru: . . 1. Mengembangkan model Kesatuan Diferensial lebih lanjut dengan mengkaji implikasi praktisnya dalam berbagai konteks sosial, budaya, dan politik di Indonesia. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana model ini dapat diterapkan dalam pemuridan, ekumenisme, teologi publik, dan praktik Christian hospitality, serta bagaimana model ini dapat membantu gereja dalam menghadapi tantangan-tantangan konkret dalam masyarakat majemuk.. . 2. Melakukan studi komparatif antara model Kesatuan Diferensial dengan pendekatan-pendekatan eklesiologis lainnya dalam konteks Indonesia, seperti eklesiologi partisipasional, inkarnasional, dan relasional. Penelitian ini dapat mengeksplorasi kekuatan dan kelemahan masing-masing pendekatan, serta bagaimana mereka dapat saling melengkapi dalam merespons tantangan pluralisme.. . 3. Menganalisis dampak model Kesatuan Diferensial terhadap identitas gereja dan partisipasi sosialnya dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana model ini dapat memperkuat identitas teologis gereja tanpa mengorbankan keterbukaan sosial, serta bagaimana gereja dapat menjadi agen perubahan sosial yang konstruktif dalam kerangka Pancasila.
- Respon Gereja Terhadap Pluralisme Dalam Aktivitas Misiologi Kristen | EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan... ojs.sttekklesiaptk.ac.id/index.php/ekklesia/article/view/11Respon Gereja Terhadap Pluralisme Dalam Aktivitas Misiologi Kristen EKKLESIA Jurnal Teologi dan Pendidikan ojs sttekklesiaptk ac index php ekklesia article view 11
- Gereja sebagai Tubuh Kristus : Menelusuri Sejarah, Makna dan Panggilan Kita dalam 1 Korintus 12:12-13... ejournal.aripafi.or.id/index.php/Sukacita/article/view/470Gereja sebagai Tubuh Kristus Menelusuri Sejarah Makna dan Panggilan Kita dalam 1 Korintus 12 12 13 ejournal aripafi index php Sukacita article view 470
- Gospel Communication in a Pluralistic Society: Integrating the Lausanne Principles and Pancasila-Based... doi.org/10.61719/Transformatio.A2522.019Gospel Communication in a Pluralistic Society Integrating the Lausanne Principles and Pancasila Based doi 10 61719 Transformatio A2522 019
| File size | 879.54 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
STTMWCSTTMWC Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini memperkuat identitas Kristiani, memfasilitasi dialog internal dan antar-gereja, serta membangun solidaritas sosialTemuan menunjukkan bahwa pendekatan ini memperkuat identitas Kristiani, memfasilitasi dialog internal dan antar-gereja, serta membangun solidaritas sosial
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Phonics secara konsisten dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali huruf, memahami bunyi huruf,Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Phonics secara konsisten dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali huruf, memahami bunyi huruf,
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Meskipun terbatas pada fase desain dan satu topik, penelitian ini menawarkan desain pembelajaran yang terstruktur dan berbasis kompetensi yang mendukungMeskipun terbatas pada fase desain dan satu topik, penelitian ini menawarkan desain pembelajaran yang terstruktur dan berbasis kompetensi yang mendukung
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Evaluasi dilakukan secara formatif dan reflektif, dengan menekankan kolaborasi siswa, kreativitas, keterlibatan emosional, dan pengembangan tanggung jawabEvaluasi dilakukan secara formatif dan reflektif, dengan menekankan kolaborasi siswa, kreativitas, keterlibatan emosional, dan pengembangan tanggung jawab
JOURNAL STIEHIDAYATULLAHJOURNAL STIEHIDAYATULLAH Pengaruh baik dari aktivitas ini adalah terbentuknya dasar yang kokoh untuk pengembangan usaha pariwisata yang berkelanjutan di Kampung 7 Muara. ProgramPengaruh baik dari aktivitas ini adalah terbentuknya dasar yang kokoh untuk pengembangan usaha pariwisata yang berkelanjutan di Kampung 7 Muara. Program
NURISNURIS Hasil penelitian menunjukkan bahwa jerawat berdampak negatif pada citra tubuh, menimbulkan rasa malu, rendah diri, serta memicu konflik internal antaraHasil penelitian menunjukkan bahwa jerawat berdampak negatif pada citra tubuh, menimbulkan rasa malu, rendah diri, serta memicu konflik internal antara
STIPASSTIPAS Dalam membuat tulisan ini metode yang digunakan adalah; kualitatif dengan pendekatan studi teologis dan etnografis. Studi literatur dilakukan terhadapDalam membuat tulisan ini metode yang digunakan adalah; kualitatif dengan pendekatan studi teologis dan etnografis. Studi literatur dilakukan terhadap
UNISMUHUNISMUH Selain itu, platform ini memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan identitas diri mereka secara positif dan autentik, serta menyediakan hiburan dan motivasiSelain itu, platform ini memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan identitas diri mereka secara positif dan autentik, serta menyediakan hiburan dan motivasi
Useful /
STTMWCSTTMWC Studi ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana prinsip-prinsip psikologi pendidikan dapat diaplikasikan dalam pengembangan model PAK yang humanis,Studi ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana prinsip-prinsip psikologi pendidikan dapat diaplikasikan dalam pengembangan model PAK yang humanis,
JOURNAL STIEHIDAYATULLAHJOURNAL STIEHIDAYATULLAH Melalui kegiatan di Yayasan Panti Asuhan Al Munasharoh Pondok Cabe Tangerang, diharapkan pemahaman dan wawasan mengenai pentingnya fasilitas kampus sebagaiMelalui kegiatan di Yayasan Panti Asuhan Al Munasharoh Pondok Cabe Tangerang, diharapkan pemahaman dan wawasan mengenai pentingnya fasilitas kampus sebagai
JOURNAL STIEHIDAYATULLAHJOURNAL STIEHIDAYATULLAH Selain itu, sebagian peserta juga mengalami kesulitan dalam memahami aspek teknis tertentu dari penggunaan AI. Oleh karena itu, penting adanya tindak lanjutSelain itu, sebagian peserta juga mengalami kesulitan dalam memahami aspek teknis tertentu dari penggunaan AI. Oleh karena itu, penting adanya tindak lanjut
UNISMUHUNISMUH Guru sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar berdasarkan Kurikulum Merdeka. Guru perlu memperhatikan tiga komponen utama dalamGuru sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar berdasarkan Kurikulum Merdeka. Guru perlu memperhatikan tiga komponen utama dalam