UMUM

Just a moment...Just a moment...

Minyak sayur berbasis cairan pemotong telah muncul sebagai inovasi menjanjikan dalam operasi pemesinan, mendukung kemajuan praktik manufaktur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini menyelidiki pengembangan biolubrikant yang berasal dari minyak jagung, yang diperkaya dengan fraksi massa 0,15% berbagai nanopartikel, termasuk kalsium karbonat (CaCO3), oksida tembaga (CuO), dan multi-walled carbon nanotubes (MWCNT). Cairan pemotong nano ini diterapkan melalui metode Minimum Quantity Lubrication (MQL) selama pemesinan CNC pada baja AISI 1045. Penelitian ini berfokus pada evaluasi sifat termofisika, termasuk kepadatan, konduktivitas termal, dan viskositas dinamis, serta kinerja keausan alat. Hasilnya menunjukkan bahwa nanopartikel CuO menghasilkan kepadatan tertinggi, sedangkan MWCNT menunjukkan konduktivitas termal dan viskositas yang unggul. Di antara semua sampel, cairan dengan MWCNT menunjukkan kinerja paling efektif dalam meminimalkan keausan alat. Penelitian ini menekankan potensi cairan pemotong berbasis sayur yang diperkaya nanopartikel sebagai alternatif kinerja tinggi yang bertanggung jawab secara lingkungan terhadap pelumas mineral berbasis minyak konvensional, mempromosikan pemesinan yang lebih hijau di industri manufaktur.

Mesin CNC yang menggunakan cairan pemotong berbasis minyak jagung dengan berbagai jenis nanopartikel sebagai bahan tambahan, termasuk kalsium karbonat (CaCO3), oksida tembaga (CuO), dan multi-walled carbon nanotubes (MWCNT), berdampak signifikan pada sifat termofisika cairan pemotong nano, seperti viskositas dinamis, kepadatan, dan konduktivitas termal.Sementara MWCNT menawarkan nilai tertinggi untuk kedua konduktivitas termal dan viskositas dinamis, penambahan nanopartikel CuO menghasilkan kepadatan tertinggi.Pengujian viskositas dinamis mengungkapkan bahwa viskositas tetap relatif konstan pada kecepatan rotor yang berbeda, menunjukkan bahwa sampel cairan pemotong nano dalam penelitian ini sebagian besar menunjukkan perilaku aliran Newtonian.Meskipun memasukkan nanopartikel dapat mengurangi keausan alat, MWCNT menunjukkan kinerja paling efektif dalam meminimalkan keausan alat di antara sampel cairan pemotong nano.Penelitian ini terbatas pada penggunaan hanya tiga nanopartikel (CaCO3, CuO, MWCNT) pada konsentrasi 0,15% dan pengujian yang berfokus pada sifat termal dan keausan alat, tanpa analisis stabilitas jangka panjang.Penelitian masa depan harus mengeksplorasi nanopartikel yang berbeda dan konsentrasi untuk kinerja dan efisiensi pemotongan yang lebih baik, dengan cairan berbasis minyak jagung menawarkan potensi ramah lingkungan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengeksplorasi dampak nanopartikel pada stabilitas jangka panjang cairan pemotong berbasis minyak jagung. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menilai kinerja cairan pemotong nano dengan konsentrasi nanopartikel yang berbeda, dengan tujuan meningkatkan kinerja pemotongan dan efisiensi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan cairan pemotong berbasis minyak jagung dalam aplikasi industri yang lebih luas, seperti dalam proses manufaktur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

  1. Influence of Different Nanoparticles on Thermophysical Properties and Wear Resistance of Corn Oil-Based... doi.org/10.17977/um016v9i12025p075Influence of Different Nanoparticles on Thermophysical Properties and Wear Resistance of Corn Oil Based doi 10 17977 um016v9i12025p075
Read online
File size613.76 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test