IUQIBOGORIUQIBOGOR

SLOT777: Situs Slot Gacor Anti Kalah Apk Slot Dana Mudah Maxwin Hari IniSLOT777: Situs Slot Gacor Anti Kalah Apk Slot Dana Mudah Maxwin Hari Ini

Kinerja guru memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di sekolah vokasi yang menghadapi perubahan kurikulum dan teknologi yang cepat. Penelitian ini menyelidiki efek langsung dan tidak langsung dari iklim organisasi, pemberdayaan guru, motivasi kerja, dan efektivitas TIK terhadap kinerja guru di sekolah vokasi swasta. Desain survei kuantitatif digunakan yang melibatkan 156 guru tetap dari sekolah vokasi swasta di Kota Pontianak, Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis melalui analisis jalur dan uji Sobel untuk mengidentifikasi efek perantara. Temuan menunjukkan bahwa iklim organisasi, pemberdayaan guru, motivasi kerja, dan efektivitas TIK memiliki efek langsung yang signifikan terhadap kinerja guru. Selain itu, motivasi kerja dan efektivitas TIK memediasi hubungan antara iklim organisasi dan pemberdayaan guru terhadap kinerja guru. Metode Scientific Identification Theory to Conduct Operation Research in Education Management (SITOREM) diterapkan untuk menentukan indikator prioritas perbaikan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen pendidikan dengan mengusulkan model terintegrasi kinerja guru dan memberikan rekomendasi strategis untuk institusi pendidikan vokasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja guru (rata-rata = 78,21) dipengaruhi secara signifikan oleh motivasi kerja, iklim organisasi, pemberdayaan guru, dan efektivitas TIK, dengan model penelitian menjelaskan 67% variasi kinerja.Motivasi kerja terbukti menjadi faktor dominan (β = 0,312), diikuti oleh efektivitas TIK.Temuan strategis dari analisis SITOREM mengonfirmasi bahwa prioritas utama untuk meningkatkan kinerja harus difokuskan pada pengembangan media pembelajaran berbasis TIK dan inovasi pengajaran guru.Disarankan agar kepala sekolah memprioritaskan peningkatan kompetensi guru dalam mengembangkan media berbasis TIK dan inovasi pembelajaran melalui pelatihan rutin dan penyediaan fasilitas digital yang memadai, mengingat kedua aspek ini adalah prioritas teratas untuk meningkatkan kinerja.Selain itu, sekolah perlu mempertahankan iklim organisasi yang mendukung dan sistem pemberdayaan yang berfungsi dengan baik, karena fondasi ini terbukti efektif dalam mempertahankan motivasi kerja, faktor dominan dalam meningkatkan kinerja guru.Sekolah dan pembuat kebijakan perlu menerapkan temuan ini dengan.(1) melakukan pelatihan intensif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan metode inovatif.(2) mempertahankan iklim organisasi yang mendukung dan strategi pemberdayaan guru yang efektif untuk mempertahankan motivasi kerja.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan geografis dan menggunakan desain longitudinal untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan sebab-akibat antara iklim organisasi, pemberdayaan guru, motivasi kerja, dan efektivitas TIK dengan kinerja guru. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan dan komitmen organisasi dalam mempengaruhi kinerja guru. Terakhir, studi komparatif antara sekolah vokasi swasta dan sekolah umum dapat dilakukan untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru.

  1. The development of scientific identification theory to conduct operation research in education management... doi.org/10.1088/1757-899X/166/1/012007The development of scientific identification theory to conduct operation research in education management doi 10 1088 1757 899X 166 1 012007
  2. School Participant Empowerment Scale: Assessment of Level of Empowerment within the School Environment... doi.org/10.1177/0013164492052004018School Participant Empowerment Scale Assessment of Level of Empowerment within the School Environment doi 10 1177 0013164492052004018
Read online
File size387.24 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test