UNIPAUNIPA

CassowaryCassowary

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti persepsi ahli mengenai keberlanjutan budidaya perikanan di Teluk Bintuni melalui analisis silang beberapa aspek kunci, termasuk partisipasi masyarakat, kesadaran akan pentingnya budidaya, keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan, pengembangan kapasitas, pemantauan dan evaluasi, optimasi produksi dan penggunaan sumber daya, serta distribusi manfaat ekonomi. Pendekatan analitis menggunakan analisis perbandingan berbasis tabulasi silang yang secara sistematis memeriksa hubungan antar aspek untuk mengidentifikasi pola konvergensi dan divergensi dalam persepsi ahli di dimensi sosial, ekonomi, dan tata kelola. Hasil menunjukkan dominasi persepsi positif, tetapi juga mengungkapkan tantangan signifikan terkait kualitas partisipasi, distribusi manfaat ekonomi yang adil, dan efektivitas mekanisme pemantauan dan evaluasi. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi diarahkan pada penguatan kapasitas kelembagaan, pengembangan inovasi teknologi, dan pengembangan mekanisme partisipatif yang inklusif dan adaptif untuk meningkatkan keberlanjutan sosial dan ekologis budidaya perikanan di Teluk Bintuni.

Kesadaran, partisipasi, dan kapasitas masyarakat menjadi pilar penting untuk keberlanjutan, namun kualitas partisipasi harus ditingkatkan agar proses pengambilan keputusan lebih inklusif dan bermakna.Distribusi manfaat ekonomi yang belum merata terkait dengan mekanisme pemantauan yang belum optimal dan konflik penyelesaian menjadi tantangan utama.Optimalisasi produksi dan keberlanjutan lingkungan harus didukung oleh inovasi teknis dan penguatan kapasitas agar efisiensi dan keberlanjutan berjalan beriringan.Mekanisme tata kelola yang inklusif dan transparan, dengan penguatan kapasitas dan penyelesaian konflik yang efektif, adalah kunci untuk keberlanjutan jangka panjang budidaya perikanan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan kapasitas masyarakat secara lebih intensif, terutama dalam hal edukasi berkelanjutan dan pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Selain itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan mekanisme pemantauan dan evaluasi yang lebih inklusif dan adaptif, serta memperkuat tata kelola konflik di tingkat lokal. Dengan demikian, sistem budidaya perikanan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, mendukung kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di Teluk Bintuni.

  1. Sustainable Governance of Common-Pool Resources: Context, Methods, and Politics | Annual Reviews. sustainable... doi.org/10.1146/annurev.anthro.32.061002.093112Sustainable Governance of Common Pool Resources Context Methods and Politics Annual Reviews sustainable doi 10 1146 annurev anthro 32 061002 093112
  2. Sustainable Practicalities towards Good Governance in Fish Townships and Villages by Ethics-Based Approach.... mdpi.com/2071-1050/14/12/7505Sustainable Practicalities towards Good Governance in Fish Townships and Villages by Ethics Based Approach mdpi 2071 1050 14 12 7505
  3. Keramba Jaring Apung Sebagai Alternatif Budidaya Ikan Nelayan di Desa | Madaniya. keramba jaring apung... madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/693Keramba Jaring Apung Sebagai Alternatif Budidaya Ikan Nelayan di Desa Madaniya keramba jaring apung madaniya biz journals contents article view 693
Read online
File size548.03 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test