LEMBAGA KITALEMBAGA KITA
International Journal of Management Science and Information TechnologyInternational Journal of Management Science and Information TechnologyProses pemilihan karyawan baru di Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering kali masih dilakukan secara subyektif, yang dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan membandingkan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product (WP) sebagai sistem pendukung keputusan untuk pemilihan karyawan baru di UMKM. Evaluasi dilakukan berdasarkan empat kriteria: tingkat pendidikan, pengalaman kerja, kompetensi keterampilan, dan hasil wawancara. Dataset terdiri dari sepuluh calon karyawan yang diproses melalui tahap normalisasi bobot, perhitungan nilai preferensi, dan peringkat. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode mampu memberikan rekomendasi yang objektif dan dapat diukur untuk memilih karyawan terbaik, meskipun perbedaan muncul dalam peringkat akhir calon karena metode SAW menghitung skor dengan menjumlahkan nilai-nilai normalisasi yang telah dibobot untuk setiap kriteria, sedangkan metode WP mengalikan nilai setiap kriteria yang dipangkatkan dengan bobotnya, sehingga pengaruh skor tinggi atau rendah menjadi lebih menonjol. Metode SAW lebih sederhana dan mudah dipahami, sedangkan metode WP lebih sensitif terhadap bobot kriteria dan lebih mampu membedakan calon dengan tingkat kinerja yang bervariasi. Alternatif terbaik cenderung konsisten berada di peringkat atas pada kedua metode. Implementasi metode SAW dan WP dapat membantu UMKM dalam pengambilan keputusan pemilihan karyawan secara sistematis dan akurat berdasarkan dataset sepuluh calon yang dievaluasi melalui empat kriteria penilaian.
Kedua metode, SAW dan WP, menghasilkan peringkat yang konsisten dengan calon A9 sebagai alternatif terbaik.Metode SAW menawarkan kelebihan dalam kesederhanaan, transparansi, dan kemudahan implementasi, sehingga cocok untuk UMKM yang membutuhkan proses pengambilan keputusan yang jelas dan mudah dipahami serta keputusan cepat dengan upaya komputasi terbatas.Sebaliknya, metode WP memberikan penilaian yang lebih sensitif melalui pendekatan multiplikatif, memungkinkan diferensiasi yang lebih baik di antara alternatif, terutama ketika calon memiliki karakteristik yang beragam atau ketika organisasi membutuhkan analisis komparatif yang lebih detail.Secara keseluruhan, kedua metode efektif dalam mendukung pengambilan keputusan rekrutmen yang objektif dan sistematis, dan pemilihan metode yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, karakteristik data, batasan waktu keputusan, serta tingkat kompleksitas analitis yang diinginkan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan sistem pendukung keputusan yang terintegrasi dengan platform rekrutmen online untuk memfasilitasi proses seleksi karyawan di UMKM secara lebih efisien dan terstruktur. 2. Menganalisis dampak implementasi sistem SAW dan WP terhadap kinerja UMKM dalam jangka panjang, termasuk peningkatan produktivitas, penurunan biaya operasional, dan peningkatan kualitas karyawan. 3. Meneliti dan membandingkan efektivitas metode SAW dan WP dalam konteks industri tertentu, seperti manufaktur, jasa, atau perdagangan, untuk menentukan metode mana yang lebih sesuai dengan karakteristik industri tersebut. 4. Mengkaji pengaruh variasi bobot kriteria pada hasil akhir peringkat calon karyawan, dan mengembangkan metode untuk menyesuaikan bobot kriteria secara dinamis berdasarkan kebutuhan UMKM yang spesifik. 5. Meneliti dan mengembangkan sistem pendukung keputusan yang menggabungkan metode SAW dan WP dengan algoritma machine learning untuk meningkatkan akurasi dan sensitivitas dalam pemilihan karyawan. 6. Menganalisis dan membandingkan efektivitas metode SAW dan WP dalam konteks UMKM yang memiliki skala usaha yang berbeda, seperti UMKM mikro, kecil, dan menengah, untuk menentukan metode mana yang lebih sesuai dengan skala usaha masing-masing. 7. Mengembangkan sistem pendukung keputusan yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kriteria penilaian karyawan, seperti penambahan atau penghapusan kriteria, untuk mengakomodasi kebutuhan UMKM yang dinamis. 8. Menganalisis dan membandingkan efektivitas metode SAW dan WP dalam konteks UMKM yang memiliki budaya organisasi yang berbeda, seperti UMKM yang lebih tradisional atau UMKM yang lebih modern, untuk menentukan metode mana yang lebih sesuai dengan budaya organisasi tersebut. 9. Meneliti dan mengembangkan sistem pendukung keputusan yang dapat mengintegrasikan data dari berbagai sumber, seperti data historis, data real-time, dan data dari sistem informasi manajemen, untuk meningkatkan akurasi dan relevansi dalam pemilihan karyawan. 10. Mengkaji dan mengembangkan sistem pendukung keputusan yang dapat memberikan rekomendasi personalisasi untuk setiap UMKM berdasarkan karakteristik usaha dan kebutuhan spesifik mereka, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses seleksi karyawan.
- Comparison Analysis of AHP-SAW, AHP-WP, AHP-TOPSIS Methods in Private Tutor Selection. comparison analysis... mecs-press.org/ijmecs/ijmecs-v15-n1/v15n1-3.htmlComparison Analysis of AHP SAW AHP WP AHP TOPSIS Methods in Private Tutor Selection comparison analysis mecs press ijmecs ijmecs v15 n1 v15n1 3 html
- Comparison Analysis of AHP-SAW, AHP-WP, AHP-TOPSIS Methods in Private Tutor Selection. comparison analysis... doi.org/10.5815/ijmecs.2023.01.03Comparison Analysis of AHP SAW AHP WP AHP TOPSIS Methods in Private Tutor Selection comparison analysis doi 10 5815 ijmecs 2023 01 03
- Jurnal Ekonomi Pembangunan. analisis peran ukm pemberdayaan perempuan perspektif islam studi pengrajin... jurnal.unimor.ac.id/JEP/article/view/2744Jurnal Ekonomi Pembangunan analisis peran ukm pemberdayaan perempuan perspektif islam studi pengrajin jurnal unimor ac JEP article view 2744
| File size | 334 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
SEMINAR IDSEMINAR ID Sanksi perpajakan terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan tersebut. Sistem Pengendalian Manajemen berperan sebagai moderasi,Sanksi perpajakan terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan tersebut. Sistem Pengendalian Manajemen berperan sebagai moderasi,
ADI JOURNALADI JOURNAL Penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi digital yang mencakup transformasi digital, pemasaran digital, manajemen data, inovasi teknologi, dan peningkatanPenelitian ini mengungkapkan bahwa strategi digital yang mencakup transformasi digital, pemasaran digital, manajemen data, inovasi teknologi, dan peningkatan
UKRIDAUKRIDA Kepemimpinan juga berpengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan pasien serta terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Budaya keselamatanKepemimpinan juga berpengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan pasien serta terhadap kesadaran melaporkan insiden keselamatan pasien. Budaya keselamatan
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Data dikumpulkan melalui wawancara, survei, dan analisis dokumen dari 200 responden yang terdiri dari auditor internal, anggota komite audit, dan manajerData dikumpulkan melalui wawancara, survei, dan analisis dokumen dari 200 responden yang terdiri dari auditor internal, anggota komite audit, dan manajer
AN NADWAHAN NADWAH Lebih lanjut, perusahaan menerapkan model pengembangan kompetensi integratif triple-track yang memperkaya pendekatan MSDM konvensional, dengan menyelaraskanLebih lanjut, perusahaan menerapkan model pengembangan kompetensi integratif triple-track yang memperkaya pendekatan MSDM konvensional, dengan menyelaraskan
RCF INDONESIARCF INDONESIA Hasil analisis data menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan tidak signifikan terhadap Motivasi Kerja. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikanHasil analisis data menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan tidak signifikan terhadap Motivasi Kerja. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan
UTUUTU Berdasarkan analisis data, perencanaan tidak secara langsung memengaruhi motivasi kerja personel kesehatan. Namun, pemanfaatan dan pengembangan profesionalBerdasarkan analisis data, perencanaan tidak secara langsung memengaruhi motivasi kerja personel kesehatan. Namun, pemanfaatan dan pengembangan profesional
STIEMAHARDHIKASTIEMAHARDHIKA Manajemen manusia (MM) merupakan faktor kunci dalam keberhasilan organisasi, termasuk lembaga pendidikan seperti Yayasan Adjarmanu di Sumba. TantanganManajemen manusia (MM) merupakan faktor kunci dalam keberhasilan organisasi, termasuk lembaga pendidikan seperti Yayasan Adjarmanu di Sumba. Tantangan
Useful /
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Data tahunan diambil dari Badan Pusat Statistik Indonesia, Indikator Energi, dan Indikator Pembangunan. Tahapan analisis meliputi uji stasioneritas Dickey-FullerData tahunan diambil dari Badan Pusat Statistik Indonesia, Indikator Energi, dan Indikator Pembangunan. Tahapan analisis meliputi uji stasioneritas Dickey-Fuller
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Analisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menunjukkan bahwa pengetahuan tacit secara signifikan meningkatkanAnalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menunjukkan bahwa pengetahuan tacit secara signifikan meningkatkan
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Studi ini menyimpulkan bahwa Poskamladu di Pelabuhan Tamperan berperan sebagai aktor sekuritisasi dalam sistem keamanan maritim Teluk Pacitan.melalui legitimasiStudi ini menyimpulkan bahwa Poskamladu di Pelabuhan Tamperan berperan sebagai aktor sekuritisasi dalam sistem keamanan maritim Teluk Pacitan.melalui legitimasi
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Hasil penyuluhan penggunaan Aplikasi Mobile JKN berupa poster sederhana diberikan kepada peserta pengabdian masyarakat. Poster berisi tentang cara pendaftaranHasil penyuluhan penggunaan Aplikasi Mobile JKN berupa poster sederhana diberikan kepada peserta pengabdian masyarakat. Poster berisi tentang cara pendaftaran