IKHAFIIKHAFI

JPMTT (Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Terbarukan)JPMTT (Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Terbarukan)

Masa remaja merupakan periode krusial dengan kebutuhan gizi tinggi, namun seringkali diikuti oleh perubahan pola makan yang tidak sehat. Observasi awal di SMP Negeri 20 Bengkulu mengindikasikan rendahnya pemahaman remaja terhadap gizi seimbang, yang berpotensi memicu masalah gizi ganda seperti anemia dan obesitas. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran siswa siswi kelas VII mengenai pentingnya gizi seimbang sesuai panduan Isi Piringku, sebagai upaya promotif untuk mewujudkan remaja yang sehat dan aktif. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan interaktif melalui media presentasi digital dan sesi tanya jawab terbuka dengan melibatkan 35 siswa. Hasil implementasi menunjukkan tingkat partisipasi dan antusiasme yang sangat tinggi, diiringi pertanyaan kritis yang mendalam, membuktikan bahwa metode edukasi ini efektif memicu minat remaja terhadap kesehatan gizi. Disimpulkan bahwa penyuluhan gizi seimbang merupakan intervensi yang relevan dan penting untuk membentuk perilaku makan sehat di kalangan remaja SMP Negeri 20 Bengkulu.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa edukasi gizi seimbang untuk remaja sehat dan aktif di SMP Negeri 20 Bengkulu telah berhasil dilaksanakan dengan metode penyuluhan interaktif.Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan memicu pemahaman kritis 40 peserta didik terhadap pentingnya penerapan pedoman Isi Piringku.Keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi yang relevan dan interaktif merupakan langkah awal yang krusial dalam membentuk perilaku makan sehat di kalangan remaja.Direkomendasikan kepada pihak sekolah dan Dinas Kesehatan setempat untuk menjalin kolaborasi dalam memperkuat program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), khususnya dalam hal pengawasan dan penyediaan menu kantin sehat, sebagai upaya tindak lanjut untuk mendukung keberlanjutan dampak positif dari edukasi ini.

Sebuah penelitian lanjutan dapat meneliti efektivitas program edukasi gizi interaktif dengan pola pengulangan mingguan selama enam bulan, menilai perubahan pengetahuan dan perilaku makan secara kuantitatif. Penelitian berikutnya dapat mengkaji peran peer educator dalam memelihara kebiasaan makan sehat setelah program selesai, serta membandingkan dampak antara siswa yang mendapat pelatihan tambahan dan yang tidak. Penelitian tambahan juga dianjurkan untuk menyelidiki pengaruh lingkungan sekolah—termasuk kebijakan menu kantin dan akses makanan sehat—terhadap penerapan pedoman Isi Piringku di kalangan remaja, serta mengevaluasi strategi adaptasi kebijakan yang dapat meningkatkan keberlanjutan perilaku sehat jangka panjang.

Read online
File size395.31 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test