LITERASISAINSLITERASISAINS

ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan TeknologiABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi

Wilayah Perumahan Karangpucung di Kecamatan Purwokerto Selatan kerap menghadapi permasalahan banjir lokal akibat meningkatnya intensitas curah hujan serta minimnya daerah resapan air akibat urbanisasi. Kondisi ini diperburuk oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konservasi air dan teknologi sederhana untuk mitigasi banjir. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi dan aksi nyata melalui sosialisasi serta pembuatan sumur resapan air hujan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2025 dan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) serta pendekatan berbasis komunitas untuk mendorong keterlibatan aktif warga. Tahapan kegiatan meliputi survei lokasi, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan teknis pembangunan sumur resapan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 50 warga aktif mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan, serta berhasil dibangun 10 unit sumur resapan di titik-titik strategis yang sebelumnya rawan genangan. Warga juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap fungsi sumur resapan dan pentingnya konservasi air sebagai bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologis. Testimoni warga menunjukkan adanya penurunan signifikan terhadap genangan pasca pembangunan sumur.

Program sosialisasi dan pembuatan sumur resapan berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam mitigasi banjir.Keberhasilan ini tercermin dari antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan dan kesediaan mereka untuk turut serta dalam proses pembuatan serta perawatan sumur.Selain itu, sumur yang dibangun telah menunjukkan efektivitas awal dalam membantu meresapkan air hujan, berdampak positif pada kondisi lingkungan sekitar.

1. Meneliti efektivitas sumur resapan dalam jangka panjang dengan metode monitoring data volume air permukaan dan kedalaman air tanah yang terintegrasi, guna menilai kontribusi sumur terhadap stabilitas hidrologis secara rutin. 2. Mengembangkan pelatihan kader lingkungan berbasis komunitas yang melengkapi modul perawatan sumur, pencatatan debit air, dan pelaporan kerusakan, sehingga proses pemeliharaan dapat dijalankan secara mandiri oleh warga. 3. Menjalin kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi untuk menyusun kebijakan formal yang mengintegrasikan pembangunan sumur resapan ke dalam rencana tata ruang wilayah dan regulasi desa, sehingga program dapat direplikasi dan diperluas secara luas di kawasan perumahan lainnya.

Read online
File size309.03 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test